Entrepreneurship


KEWIRAUSAHAAN I

“Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka.
Namun terkadang kita terlalu lama melihat dan menyesali
pintu tertutup itu, sehingga kita tidak melihat pintu
lain yang telah terbuka”

KSA

Knowledge (hardskill)
o Ilmu pengetahuan yang terus berkembang misalnya: manajemen, pemasaran, perkembangan Iptek.
Skill (hardskill)
o Keterampilan yang terus meningkat misalnya: komputer, bahasa asing, komunikasi, negoisasi, pemimpinan.
Attitude (Softskill)
o Perilaku sebagai “intellectual holder” misalnya: citra diri, prestasi, inovatif, kreatif, kewirausahaan.

HIDUP ADALAH PENDAKIAN
Ada 3 tipe karakter:
1. quitter (comfort zone)
menolak untuk mendaki lebih tinggi lagi
cenderung menghindar tantangan berat
menolak terhadap perubahan
pesimistis
tidak memiliki keyakinan terhadap masa depan
2. Camper
Masih mau mendaki meskipun akan berhenti di tempat tertentu dan akan merasa puas
Masih memiliki inisiatif dengan sedikit semangat
Menahan diri terhadap perubahan
Penuh keraguan
Prestasi tidak tinggi
3. Climber
membuktikan diri untuk terus mendaki dan berkreasi
menyambut baik tantangan
membuat segala sesuatu menjadi kenyataan
bahasa yang dipergunakan bahasa positif
kesulitan adalah bagian dari hidup

PENDEKAR PERUBAHAN
Sikap kita : PERUBAHAN ADALAH TANTANGAN BUKAN ANCAMAN
Untuk itu kita perlu belajar atau berproses untuk berubah.
Syaratnya kita harus :
“OPEN MINDED”

Jadilah pendekar perubahan, jangan jadi teroris perubahan.
Perubahan jangan dianggap sebagai pemberontakan.
Biasanya, selalu membanggakan dan dibandingkan dengan kejayaan para pendahulu di masa lalu, padahal jaman sudah berubah dan perubahan terus berlangsung,

Tiada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri.
Kita harus optimis akan masa depan
Tidak ada peluang atau pasar yang jenuh, yang ada pikiran yang jenuh
Jangan atau tidak boleh takut pada kegagalan (tidak utk jangka pendek, tetapi utk jangka panjang)
Kita ingin memenangkan pertempuran, bukan peperangan

PERSONALITAS vs KARAKTER :
Personalitas :
 Diatas permukaan
 Tampak langsung
 Tidak permanen

Karakter :
 Dibawah permukaan
 Tidak nampak
 Fundamental
SECRET :
HUKUM GAYA TARIK,
“LAW of ATTRACTION” :
Apa yang kita pikirkan, itulah yg terjadi (kebiasaan mengatakan jangan-jangan nanti…
Kalau kita berpikir gagal/ negatif, itulah yg akan terjadi
Kalau kita berpikir sukses/ positif, itu pula yg akan terjadi
If someone can do something, than its possible to me to do the something

BERPIKIR POSITIF
 Adalah kebiasaan untuk memandang segala sesuatu dari sudut baiknya, berlatihlah untuk melihat dan memandang seseorang dari sudut baiknya
 Berpikir adalah suatu proses pengeluaran energi, sama halnya dengan berdoa.
 Pikiran mempunyai pengaruh yang besar terhadap hidup kita, apa saja yang kita inginkan selalu dimulai dari pikiran atau angan-angan kita.
☼ kalau anda ingin bahagia berpikirlah bahagia, kalau anda ingin sehat berpikirlah sehat
☼ karena itu mulailah hidup ini dengan selalu berpikir positif
 Jangan mengeluh pada orang lain, mengeluhlah pada Allah.
 Nikmatilah hidup dengan “selalu memberi dari pada meminta”

Tujuan
Mengubah ide jadi peluang dan menciptakannya menjadi manfaat (benefit)
Suryana :
“Inti dari Kewirausahaan adalah menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melalui berpikir kreatif dan inovatif”.

Ciputra:
Kewirausahaan adalah jalan keluar untuk menyelesaikan masalah pengangguran, kemiskinan dan kemelaratan.
Kewirausahaan sangat penting untuk mengubah bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju.

MENARIK …
TAPI ENGGAN MEMULAINYA

KENAPA ?
KALO ORANG LAIN BISA
KENAPA SAYA TIDAK BISA ?

ENGGAN, karena…
 Butuh MODAL ?
 Gak kebayang susahnya cari PEMBELI apalagi PELANGGAN ???
 Gak nemu “IDE” ?
 Gak bakat MENGELOLA
 Gak punya PENGETAHUAN atau KETRAMPILAN

ENGGAN, karena …
 Takut gagal
 Usaha tersebut sudah ada / lebih dulu yang menjalankan
 Enggan bersaing
 Pandangan masyarakat
 Lama untuk jadi kaya
 Dan sebagainya

FAKTOR–FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN BERWIRAUSAHA
1) Tidak kompeten dalam manajerial
2) Kurang pengalaman
3) Kurang dapat mengendalikan keuangan
4) Gagal dalam perencanaan
5) Lokasi yang kurang memadai
6) Kurangnya pengawasan peralatan
7) Sikap kurang bersungguh – sungguh dalam berusaha
8) Ketidakmampuan dalam melakukan transmisi kewirausahaan

FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB TAKUT BERUSAHA :
• Memiliki pengalaman kegagalan
• Kurang berani mencoba
• Tidak bisa kerjasama

PELUANG WIRAUSAHA SELALU TERBUKA
Karena …
“Tak ada orang yang sama di dunia ini sehingga selera orang pun bermacam – macam. Setiap orang memiliki keunikan yang dapat diekspresikan lewat gaya hidup, tutur kata, gerak tubuh, cara berpakaian dan sebagainya”

KEUNGGULAN WIRAUSAHA :
1) Mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru
2) Melahirkan kreativitas dan inovasi baru
3) Meningkatkan kualitas
4) Menurunkan biaya yang timbul akibat ketidakpastian
5) Kekayaan harus diciptakan bukan sekedar menadahkan tangan

Tahapan berwirausaha
 Memulai  butuh keberanian menghadapi resiko
 Mengembangkan  butuh kekuatan menjadi besar
 Mempertahankan  butuh ketahanan tetap eksis

Wujudkan Impian Indah
Menjadi Wirausahawan Sendiri
Mencari Mitra yang Punya “Mimpi” Sama
Menjual “Mimpi” itu kepada wirausahawan lain

Pelajaran dari Kiyosaki
1) Orang kaya tidak bekerja untuk uang, tapi membuat uang bekerja untuk mereka
2) Untuk dapat membuat uang bekerja untuk kita, kita harus melek secara finansial (financial literacy)
3) Berupayalah untuk menciptakan bisnismu sendiri, bukan bekerja dalam bisnis orang lain
4) Pelajari sejarah dan peraturan perpajakan serta kekuasaan dari perusahaan
5) Orang kaya mengivestasikan uangnya untuk membeli aset, bukan liabilitas
6) Bekerjalah untuk belajar, jangan bekerja untuk mendapatkan uang

Faktor–faktor yang berperan pada “Kesuksesan Usaha”
1) Money
2) Machine
3) Method
4) Man
5) Marketing

Memulai Bisnis TANPA Uang Tunai
1) Modal dengkul
2) Menggunakan sistem bagi hasil
3) Meminjam dengan sistem menggaji
4) Pembayaran di muka
5) Sistem barter
6) Mengambil produk dulu

Merangsang Munculnya IDE Bisnis
 Jangan pernah menganggap enteng sesuatu hal yang nampaknya sepele
 Pelajari kiat orang lain yang telah meraih kesuksesan dan mengalami kegagalan

Ide bisnis dapat muncul KAPAN saja dan DIMANA saja, antara lain berasal dari :
1) Membantu orang lain
2) Hobi
3) Pengamatan
4) Ide lama
5) Ide orang lain
6) Kolaborasi
7) Terbitkan
8) Catatkan secara hukum
9) Adakan pertunjukan
10) Berikan sebagai nasehat kepada orang lain
11) Jual sebagai konsumsi masyarakat

IQ, EQ dan SQ
 IQ : Kecerdasan untuk berhubungan dan mengelola alam
 EQ : Kecerdasan untuk berhubungan dan bekerjasama dengan sesama manusia
 SQ : Kecerdasan untuk berhubungan dan mengabdi kepada TUHAN YME

12 Hal Terkait Dengan KEWIRAUSAHAAN
1) Ketekunan
2) Keyakinan
3) Kemampuan menangkap peluang
4) Relasi/networking
5) Penguasaan informasi
6) Kemampuan membuat perencanaan
7) Kemampuan memecahkan masalah
8) Kemampuan mengestimasi
9) Kemampuan memperhitungkan resiko
10) Keberanian mengambil & memanage resiko
11) Kemampuan menentukan skala prioritas
12) Keberanian menunda kenikmatan

Universitas Kehidupan
☼ Setiap orang adalah guru …
☼ Setiap tempat adalah sekolah …
☼ Setiap hal adalah media belajar …
☼ Kurikulum kita yang buat sendiri …

Kiat Sukses BERWIRAUSAHA
1. Siapkan mental
– menghadapi resiko
– kerja keras
2. Tentukan dengan pasti
– bidang usaha
– peluang usaha
* di pasar
* yang dibutuhkan konsumen
* ciptakan pasar sendiri
3. Buat rencana bisnis
– deskripsi bisnis
– target konsumen
– bentuk / macam bisnis
– sumberdaya manusia
– keuangan
4. Rajin evaluasi
5. Kembangkan terus usaha
6. Cerdik menghadapi kompetitor
7. Jaga hubungan baik
8. Jeli mencari pelanggan
9. Belajar dari kegagalan

MENGGAPAI KEBERHASILAN
 REZEKI TIDAK JATUH DARI LANGIT !
 REZEKI ANDA MELEKAT PADA NILAI-NILAI KEPRIBADIAN ANDA SENDIRI

GALILAH !
Bukan mudah meniti langkah ke angkasa
Bukan mudah mengubah mimpi jadi asa pasti
Apapun jua bisa terbukti,
Andai langkahmu tidak terhenti …!
Bukan mudah menggapai bintang yang berkilauan
Bukan mudah jalanan ini untuk diarungi
Apapun jua bisa terbukti,
Andai langkahmu tidak terhenti …!
Percayalah pada diri
Dengan harapan dan keyakinan …!

ETIKA BISNIS
Saat ini etika bisnis sangatlah penting karena perubahan-perubahan dunia yang saat ini berlangsung dengan sangat cepat memerlukan pegangan hidup yang mampu menghadapi problema-problema yang serba kompleks. Untuk meningkatkan daya saing usaha diperlukan operasi bisnis yang sehat dan etis.

Yang dimaksud dengan etika bisnis adalah etika yang menyangkut tata pergaulan di dalam aktivitas-aktivitas bisnis. (Beny Suharsono, 1990) Perusahaan dapat disebut telah memenuhi etika dalam berbisnis apabila telah melaksanakan tanggung jawab sosialnya. Etik tidaknya suatu bisnis dapat dianalisis berdasarkan hukum ekonomi, peraturan yang berlaku dan etik dari masing-masing pelaku bisnis. Etika menurut ekonomi adalah apabila sumber daya ini dikelola secara efisien tanpa merugikan masyarakat lain. Etika menurut peraturan yang berlaku apabila masing-masing pelaku bisnis mematuhi aturanaturan yang sudah disepakati sebelumnya. Sedangkan etika dari masingmasing individu adalah apabila masing-masing pelaku bisnis bertindak jujur dan tidak mengorbankan integritas pribadinya.

Masalah-masalah etika sebagai berikut :
☼ Etika bertanggung jawab organisasional, Yang termasuk dalam hal ini adalah tanggungjawab sebagi pemegang tugas, dan tidak menyalahgunakan wewenang yang dipegangnya.
☼ Etika tanggung jawab sosial. Yang termasuk dalam hal ini adalah tanggung jawab sebagai sesama karyawan; tidak melanggar prisip “Equal Pay for Equal Work “. (Misalnya meminimumkan biaya dengan cara menekan biaya tenaga kerja sehingga upah dan kesejahteraan tenaga kerja menjadi rendah dan tidak sesuai dengan kontribusi kerja yang diberikan). Tidak menerima suap atau hadiah dari luar sehubungan dengan aktivitas bisnis tidak “mengikat” orang dengan emolumen-emolumen “palsu”.
☼ Etika tanggung jawab terhadap konsumen, Melindungi kepentingan konsumen/pelanggan jujur terhadap kualitas produk, pelayanan dan kontrak yang diberikan, menjamin kualitas produk, tidak menaikkan harga produk di atas norma-norma yang wajar, selalu melakukan tes terhadap produk, melakukan perbaikan kualitas pelayanan, memelihara denagn pelanggan, tidak melakukan monopoli (misalnya melalui pengakuisisian jaringan pengecer untuk kepentingan produsen yang akhirnya dapat mematikan pedagang eceran), tidak melakukan diskriminasi terhadap pelanggan, tidak melakukan persaingan tidak jujur.

Sesuai dengan pernyataan tersebut, Suparman Sumahadijaya dalam tulisan “Kepribadian Unggul” menyaratkan bahwa setiap Wirausaha sedikitnya dapat memenuhi 7 syarat sebagai berikut:
1) Rasa tanggung jawab yang tebal, Bersedia memikul tanggung jawab atau kekurangan-kekurangan dan kesalahan-kesalahan para pengikutnya. Pemimpin yang berhasil tahu bertanggung jawab kepada atasannya, rekan-rekannya di kirikanannya dan terutama di bawahnya.
2) Rasa keadilan yang seimbang, Pemimpin yang dihormati dan berwibawa tahu menimbang keadilan yaitu tidak melebihkan kenikmatan bagi dirinya dan tidak pula melebihkan beban kewajiban pada orang lain.
3) Keberanian, Tidak ada seorang pengikut pun yang mau dipimpin oleh seorang penakut, tidak mempunyai rasa percaya diri sendiri dan tidak tegas. Seorang harus berani menanggung risiko dan segala akibat keputusan yang telah diambilnya sekalipun akibat tersebut pada akhirnya tidak menguntungkan.
4) Kemampuan, Kemampuan yang paling diutamakan ialah mampu mengendalikan diri (swakendali). Kemampuan mengendalikan diri meliputi bagaimana harus memutuskan sesuatu, mampu membuat rencana, mampu mengendalikan orang lain. Orang yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan membuktikan bahwa ia tidak mempunyai pendirian yang tegas, berarti tidak mampu memberikan pemimpin yang baik.
5) Kebiasaan lebih banyak dibanding dengan imbalannya. Tidak semua orang akan berhasil memiliki kebiasaan ini. Kebanyakan, karena imbalan dianggap terlalu sedikit, ia menciptakan berbagai cara untuk memperbesar imbalan tersebut. Seorang pemimpin yang demikian jelas tidak jujur dan pada suatu ketika akan terbentur dan kandas, ia harus berani berkorban seperti yang dituntut dari dirinya.
6) Kepribadian yang menyenangkan, Seorang pemimpin yang kumel, lecek, dan acuh tak acuh tidak akan berhasil. Kepemimpinan meminta kehormatan sekalipun pemimpin tersebut tidak menghendakinya. Pengikut-pengikutnya tidak akan menghormati bila ia tidak mewujudkan kepribadian yang menyenangkan. Dengan demikian pemimpin seharusnya menaruh simpati (adhesi) pada pengikut-pengikutnya, tahu kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.
7) Kesediaan untuk bekerja sama Seorang pemimpin harus memahami dan mempergunakan prinsip kerja sama dan harus mendorong pengikut-pengikutnya untuk berbuat yang sama. Kepemimpinan perlu kekuasaan dan kekuasaan tersebut memerlukan kerja sama.
DEFINISI KEWIRAUSAHAAN
Istilah kewirausahaan kata dasarnya berasal dari terjemahan entrepreneur yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan arti between taker atau go-between. Pada pertengahan istilah entrepeneur digunakan untuk menggambarkan seorang aktor sebagai orang yang memimpin proyek produksi.

Secara lengkap wirausaha dinyatakan oleh Joseph Schumpeter sebagai orang yang mendobrak system ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun yang telah ada. Dalam definisi tersebut ditekankan bahwa wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Sedangkan proses kewirausahaan adalah meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi. Istilah wirausaha dan wiraswasta sering digunakan secara bersamaan, walaupun memiliki substansi yang agak berbeda.
SIFAT – SIFAT YANG PERLU DIMILIKI WIRAUSAWAN
Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Menurut penelitian, ciri-ciri yang mesti dimiliki oleh seorang wirausaha adalah:
1) Percaya diri
2) Berorientasi tugas dan hasil
3) Pengambil resiko
4) Kepemimpinan
5) Keaslian
6) Berorientasi masa depan
7) Kreatifitas

Demikian banyak ciri-ciri yang mesti dimiliki, akan tetapi tidak semuanya harus dimiliki.
Menurut Fadel Muhammad, ada sekitar tujuh ciri yang merupakan identitas seorang wirausaha, yaitu :
1) Kepemimpinan
2) Inovasi
3) Cara pengambilan keputusan
4) Sikap tanggap terhadap perubahan
5) Bekerja ekonomis dan efisien
6) Visi masa depan
7) Sikap terhadap resiko

Bygrave menggambarkan wirausaha dengan konsep 10 D, yaitu :
1) Dream, mempunyai visi terhadap masa depan dan mampu mewujudkannya
2) Decisiveness, tidak bekerja lambat, membuat keputusan berdasar perhitungan yang tepat.
3) Doers, membuat keputusan dan melaksanakannya
4) Determination, melaksanakan kegiatan dengan penuh perhatian
5) Dedication, mempunyai dedikasi tinggi dalam berusaha
6) Devotion, mencintai pekerjaan yang dimiliki
7) Details, memperhatiakn faktor-faktor kritis secara rinci
8) Destiny, bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yanghendak dicapai
9) Dollars, motivasi bukan hanya uang
10) Distribute, mendistribusikan kepemilikannya terhadap orang yang dipercayai

Kelemahan wirausaha Indonesia menurut Heidjrachman Ranu Pandojo yang perlu diperbaiki adalah :
1) Sifat mentalitet yang meremehkan mutu
2) Sifat mentalitet yang suka menerabas
3) Sifat tidak percaya pada diri sendiri
4) Sifat tidak berdisiplin murni
5) Sifat mentalitet yang suka mengabaikan tanggunjawab yang kokoh
PERENCANAAN USAHA (BUSINESS PLAN)
Pengertian:
Pada awal berdirinya usaha, diperlukan suatu acuan atau rencana agar usaha tersebut dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Perencanaan usaha atau business plan adalah suatu dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang atau jasa dengan menghasilkan keuntungan yang memuaskan danmenarik bagi penyandang dana. Jadi business plan adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang menggambarkan semua unsur yang relevan baik internal mapupun eksternal mengenai suatu perusahaan untuk memulai usahanya. Business plan dibuat untuk jangka panjang ataupun jangka pendek. Perincian business plan tergantung pada perusahaan yang akan memulai operasinya. Sehingga pihak penyedia dana akan tertarik untuk ikut serta dalam usaha tersebut.

Kerangka Perencanaan Usaha (Business Plan Frame)
Perencanaan usaha pada umumnya disusun dengan memuat pokok-pokok perencanaan, yaitu :
1) Nama perusahaan
2) Lokasi :
 Lokasi perusahaan
 Lokasi pertokoan
 Lokasi perkantoran
 Lokasi pabrik
3) Komoditi yang diusahakan
4) Konsumen yang dituju
5) Pasar yang akan dimasuki
6) Partner yang akan diajak kerjasama
7) Personal yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan
8) Jumlah modal yang diharapkan dan yang tersedia
9) Peralatan perusahaan yang perlu disediakan
10) Penyebaran informasi/promosi

Bentuk Formal Perencanaan Usaha (Business Plan Form)
1) Halaman depan
2) Daftar isi
3) Rangkuman eksekutif
4) Penjelasan tentang perusahaan
5) Pemasaran
6) Barang dan jasa yang dihasilkan
7) Usaha meningkatkan penjualan
8) Permodalan
9) Apendix

Memahami 9 Aspek Penting Sebelum Memulai Usaha
Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis.
Salah satu seminar Gerald Abraham salah seorang penasehat bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah konsultan keuangan di tahun 2006, berisi tentang menjadi sukses dengan memahami 9 aspek penting sebelum memulai usaha.
1. Memahami konsep produk atau jasa secara baik
Sebelum memulai suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti. Kita perlu memahami bukan hanya secara teknis produksi tetapi juga pasar dan prospek mulai daripada lingkungan yang terkecil kepada lingkungan yang terbesar. Dalam topik ini dibahas secara menyeluruh aspek-aspek yang penting dalam melakukan analisa atas kelayakan dan prospek produk termasuk produk-produk yang sama sekali baru dengan melihat sisi human behavior, kebutuhan pasar dan lainnya.
2. Membuat visi dan misi
Setiap orang yang mau memulai bisnis harus mengetahui visi dan misi yang akan menjadi panduan seseorang untuk tetap fokus kepada tujuan bisnis dan organisasi yang awal. Seringkali suatu usaha pada saat mulai berkembang pada tahap berikutnya mengalami kegagalan karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru. Dalam topik ini setiap orang akan belajar bagaimana membuat visi dan misi dalam kaitannya dengan latar belakang pribadi dan pengetahuan usaha yang akan anda rintis.
3. Perlunya winning positive dan learning attitude untuk menjadi sukses
Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha anda selain daripada pemahaman usaha anda. there is no over night success sesuatu yang harus dicamkan daripada setiap calon “entrepreneur” karena dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kesinambunga, dan melihat permasalahan secara positif yang tidak membuat anda menjadi patah semangat namun melihat setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan. Anda akan belajar untuk mengembangkan sikap-sikap diatas untuk menjadi “bisnis entrepreneur” yang sukses.
4. Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari usaha daripada risiko bisnis dan keuangan.
Secara statistik hampir seluruh kegagalan bisnis kecil dan menengah disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan bisnis yang anda buat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya dan aspek lainnya dalam perencanaan bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau praktek yang ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan dan proyeksi pendapatan dan biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon pengusaha untuk menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal kerja termasuk struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi secara komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon entrepreneur untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen dan keuangan dan membuat langkah-langkah pengendalian untuk dapat menghindari setiap resiko tersebut.
5. Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari usaha dari pada risiko manajemen.
Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat, perekrutan pegawai yang tidak efektif sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu dan biaya, pelatihan yang tidak baik sehingga produktivitas pegawai yang rendah dan masih banyak lagi permasalahan organisasi. Dalam topik ini kami akan memberikan pengetahuan dasar dan aspek-aspek yang sangat penting yang harus dipelajari oleh calon bisnis entrepreneur untuk menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.
6. Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha Anda sudah berhasil.
Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya untuk memulai usaha seringkali apabila kita merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk menjadi sukses. Topik ini akan membantu kita untuk memahami kriteria pegawai yang baik dan sesuai dengan kebutuhan usaha, manajemen SDM secara umum termasuk sistim penilaian kinerja pegawai sehingga setiap pegawai akan merasa puas dan juga bagaimana memotivasi pegawai baik secara psikologi umum maupun dengan sistim insentif untuk mengoptimalkan kinerja pegawai.
7. Mengapa kreativitas, kepemimpinan dan proses pembuatan keputusan sangat penting?
Dalam memulai usaha umumnya setiap calon entrepreneur akan mengalami banyak permasalahan dan krisis. Banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kreativitas, kepemimpinan dan pembuatan keputusan yang tepat untuk mencari solusi yang baik. Kreativitas seperti “thinking outbox” atau kemampuan melakukan analisa permasalahan di luar pemahaman yang sudah ada dan mencari alternatif solusi yang kreatif akan sangat membantu usaha anda untuk berhasil. Kreativitas juga akan sangat membantu anda untuk menyesuaikan produk-produk anda agar dapat diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun usaha anda. Kepemimpinan sangat penting dalamkrisis untuk membuat setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usaha anda percaya bahwasanya anda tidak panik, menjadi tempat last resort solusi atas semua permasalahan dan menjadi panutan. Proses Pembuatan Keputusan akan membantu anda dalam mencari alternatif solusi dan memilih yang terbaik untuk usaha dan organisasi anda. Dalam topik ini anda akan mendapatkan cara-cara mengembangkan kreativitas usaha anda, ciri-ciri kepemimpinan yang cocok dengan latar belakang pribadi anda dan bagaimana proses yang benar dalam membuat keputusan dalam setiap permasalahan.
8. Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan
Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha anda. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya. Dalamtopik ini akan dibahas pengetahuan dasar atas cash flow atau arus kas yang seperti darah dalam tubuh manusia, biaya pendanaan, pembiayaan modal kerja dan investasi, struktur modal, aset perusahaan, penyertaan modal dan lainnya.
9. Pemasaran, pelayanan dan product brand
Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar untuk meningkat penjualan dan keuntungan usaha. Di lain pihak tanpa pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sukar suatu usaha untuk memperoleh pelanggan yang loyal yang merupakan kunci perkembangan usaha. Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih mudah karena pelayanan yang baik akan menciptakan product brand yang baik kepada calon pelanggan baru. Dalam topik ini akan dibahas secera menyeluruh semua aspek penting dalam membuat strategi pemasaran, identifikasi pelayanan yang dibutuhkan pelanggan dan bagaimana menciptakan product brand dan efeknya kepada keberhasilan usaha.
Langkah Memulai Bisnis/usaha
Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dam membuatnya sukses :
1) Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan.
2) Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja. Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.
3) Jangan kerjakan hal tersebut sendirian. Anda membutuhkan dukungan ketika memulai bisnis (dan setelahnya). Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberikan ide dan akan mendengat secara simpatik hingga hal penting tarakhir memulai bisnis tidak ternilai harganya.
4) Pertama dapatkan klien atau pelanggan. Jangan menanti sampai Anda telah secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa mereka. Kembangkan jaringan atau network, buat kontak. Jual atau berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat.
5) Tulis perencanaan bisnis. Alasan penting membuat rencana bisnis adalah langkah ini dapat membantu Anda menghindari habisnya waktu dan uang mwmulai bisnis yang tidak akan sukses.
6) Lakukan riset. Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus.
7) Dapatkan bantuan profesional. Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, hire lah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, hire lah 1 orang. Anda akan membuang lebih waktu dan munkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.
8) Dapatkan uang. Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian track records.
9) Jadilah profesional semenjak memulai. Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan.
10) Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama. Hal tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu. Apakah bisnis anda butuh teregistrasi? Akankah Anda harus memiliki asuransi untuk karyawan atau deal dengan pajak gaji? Akan bagaimana bentuk bisnis yang Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak dan hukum sebelum Anda memulai bisnis dan mengoperasikannya.

RENCANAN PEMASARAN (MARKETING PLAN)
Ruang Lingkup Marketing Plan
“Marketing plan” merupakan bagian dari business plan. Menurut Bygrave, perencanaan pemasaran ini harus melakukan penganalisaan terhadap situasi perusahaan danlingkungannya, analisa dan penilaian peluang, kekuatan, kelemahan, kendala yang dihadapi juga gambaran sasaran konsumen dan strategi pemasaran yang digunakan.

Inti utama dari pelaksanaan marketing plan ini adalah :
1) Analisa siatuasi lingkungan dan peluang pasar
2) Mengembangkan sasaran pemasaran
3) Menetapkan strategi pemasaran
4) Menciptakan taktik atau tindakan pelaksanaan

Kriteria marketing plan yang baik adalah :
1) Berdasarkan fakta dan asumsi yang benar
2) Teknik promosi yang efektif
3) Respon perubahan harga di pasar
4) Jaringan saluran distribusi
5) Keadaan persaingan yang sehat
6) S W O T perusahaan yang baik
7) Sumberdaya yang memadai

Konsep A I D A + S
Adapun konsep AIDA+S ini dapat diartikan sebagai berikut :
A = Attention (perhatian)
I = Interest (tertarik)
D = Desire (keinginan)
A = Action (tindakan)
S = Satisfaction (kepuasan)
Konsep ini berlaku bagi usaha yang kegiatannya menarik konsumen.

Konsep Pemasaran Yang Harus Dilaksanakan
Konsep produk (Product Concept) :
a) Orientasi pada produk (Product Orientations)
b) Orientasi penjualan (Selling Orientations)
c) Orientasi pasar (Market Orientations)
d) Orientasi tanggungjawab (Responsibilities Orientations)

Pendekatan Pemasaran
1) Commodity Approach (Pendekatan Komoditas)
2) Institutional Approach (Pendekatan Institusional)
3) Functional Approach (Pendekatan Fungsional)

Komoditi Yang Akan Dipasarkan
1) Barang konsumsi :
 Barang konvinien
 Barang shopping
 Barang spesial
 Barang instan
2). Barang hasil bumi
3). Barang industri
4). Jasa
Strategi Pemasaran
Merupakan pola keputusan dalam perusahaan yang menentukan sasaran, maksud atau tujuan yang menghasilkan kebijaksanaan utama dan merencanakan untuk pencapaian tujuan serta merinci jangkauan bisnis yang akan dicapai.

Strategi pemasaran adalah memilih dan menganalisa pasar sasaran yang merupakan suatu kelompok orang yang ingin dicapai oleh perusahaan dan menciptakan suatu bauran pemasaran yang cocok dan yang dapat memuaskan pasar sasaran tersebut.

Ada dua variabel yang harus diperhatikan dalam menyusun strategi pemasaran, yaitu :
1. Variabel yang dapat dikontrol :
 Segmentasi pasar
 Anggaran pasar
 Waktu
 Bauran pemasaran
2. Variabel yang tidak dapat dikontrol :
 Keadaan persaingan
 Perkembangan teknologi
 Perubahan demografi
 Kebijakan politik dan ekonomi oleh pemerintah
 Sumberdaya alam

Pengembangan Produk
Tujuan utama dari pengembangan produk adalah :
1) Memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen
2) Memenangkan persaingan
3) Meningkatkan volume penjualan
4) Memberdayakan sumber-sumber produksi
5) Mencegah kebosanan konsumen

Menyusun Marketing Plan
Format perencaan pemasaran pada setiap perusahaan tidak mesti sama, akan tetapi tergantung dari bentuk perusahaan yang akan melakukan pemasaran. Sebagai acuan, berikut contoh format marketing plan yang biasa digunakan :
1) Analisa situasi (SWOT) perusahaan
2) Tujuan pemasaran
3) Strategi inti/utama
4) Jadwal pelaksanaan
5) Anggaran pemasaran
6) Pengawasan/kontrol
PROFIL USAHA
Pengembangan Wawasan Jenis Bidang Usaha
Banyak usaha yang dapat dilakukan, yang mana biasanya tergantung pada beberapa hal berikut :
1) Minat dan keinginan
2) Modal
3) Relasi atau hubungan
4) Peluang dan kesempatan

Beberapa Jenis Bidang Usaha
1) Perdagangan besar adalah segala aktifitas pemasaran yang menggerakkan barang dari rodusen ke pedagang eceran ke lembaga pemasaran lain.
2) Perdagangan eceran yaitu suatu kegiatan menjual barang dan jasa kepada konsumen akhir.
3) Pedagang kaki lima merupakan kegiatan perdagangan yang dilakukan oleh golongan kecil, yang berjualan barang kebutuhan sehari-hari, dengan modal yang relatif kecil.
Ciri-ciri pedagang kaki lima yaitu :
 Kegiatan usaha tidak terorganisir dengan baik
 Tidak memiliki izin tempat usaha
 Kegiatan usaha tidak teratur
 Bergerombol disuatu tempat
 Menjajakan dagangan dengan gerakan fisik
4) Waralaba Adalah sebagai pelimpahan dari pabrikan atau distributor suatu produk atau jasa yang diberikan kepada agen-agen lokal atau pengecer dengan membayar sejumlah royalti.
JALAN MENUJU WIRAUSAHA SUKSES
Menurut Murphy and Peek, ada sekitar delapan hal yang menjadi suatu anak tangga agar seorang wirausaha dapat mengembangkan profesinya. Hal tersebut adalah :
1) Mau bekerja keras (capacity for hard work)
2) Bekerja sama dengan orang lain (getting things done with and through people)
3) Penampilan yang baik (good appearance)
4) Yakin (self confident)
5) Pandai membuat keputusan (making sound decision)
6) Mau menambah ilmu pengtahuan (college education)
7) Ambisi untuk maju (ambition drive)
8) Pandai berkomunikasi (ability to communicate)

Menurut Zimmerer, karakteristik wirausaha yang sukses adalah :
1) Komitmen tinggi terhadap tugas
2) Mau bertanggungjawab
3) Mempertahankan minat kewiraushaan dalam diri
4) Peluang untuk mencapai obsesi
5) Toleransi terhadap resiko dan ketidakpastian
6) Yakin pada diri sendiri
7) Kreatif dan fleksibel
8) Ingin memperoleh balikan segera
9) Enerjik tinggi
10) Motivasi untuk lebih unggul
11) Berorientasi masa depan
12) Mau belajar dari kegagalan
13) Kemampuan memimpin
ANALISIS SWOT
Adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi:
1) Kekuatan (strengths)
2) Kelemahan (weaknesses)
3) Peluang (opportunities)
4) Ancaman (threats)
Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

ETIKA BISNIS :
Pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis
Moralitas berarti aspek baik atau buruk, terpuji atau tercela, dan karenanya diperbolehkan atau tidak, dari perilaku manusia. Moralitas selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia, dan kegiatan ekonomis merupakan suatu bidang perilaku manusia yang penting.
Apa yang diharapkan dan mengapa kita mempelajari Etika Bisnis?
Menurut K. Bertens, ada 3 tujuan yang ingin dicapai, yaitu :
1) Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya demensi etis dalam bisnis. Menanamkan, jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada, meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada, tapi masih lemah dan ragu. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius.
2) Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis, serta membantu pebisnis/calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. Dalam etika sebagai ilmu, bukan Baja penting adanya norma-norma moral, tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis.
3) Membantu pebisnis/calon pebisnis, untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan, apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya, sekurang-kurangnya meliputi dua sisi berikut, yaitu disatu pihak, harus dikatakan : etika mengikat tetapi tidak memaksa. Disisi lain, studi dan pengajaran tentang etika bisnis boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. Bila studi etika telah membuka mata, konsekuensi logisnya adalah pebisnis bertingkah laku menurut yang diakui sebagai hal yang benar.

Tiga aspek pokok dari bisnis yaitu dari sudut pandang ekonomi, hukum dan etika.
1) Sudut pandang ekonomis, Bisnis adalah kegiatan ekonomis. Yang terjadi disini adalah adanya interaksi antara produsen/perusahaan dengan pekerja, produsen dengan konsumen, produsen dengan produsen dalam sebuah organisasi. Kegiatan antar manusia ini adalah bertujuan untuk mencari untung oleh karena itu menjadi kegiatan ekonomis. Pencarian keuntungan dalam bisnis tidak bersifat sepihak, tetapi dilakukan melalui interaksi yang melibatkan berbagai pihak. Dari sudut pandang ekonomis, good business adalah bisnis yang bukan saja menguntungkan, tetapi juga bisnis yang berkualitas etis.
2) Sudut pandang moral, Dalam bisnis, berorientasi pada profit, adalah sangat wajar, akan tetapi jangan keuntungan yang diperoleh tersebut justru merugikan pihak lain. Tidak semua yang bisa kita lakukan boleh dilakukan juga. Kita harus menghormati kepentingan dan hak orang lain. Pantas diperhatikan, bahwa dengan itu kita sendiri tidak dirugikan, karena menghormati kepentingan dan hak orang lain itu juga perlu dilakukan demi kepentingan bisnis kita sendiri.
3) Sudut pandang Hukum, Bisa dipastikan bahwa kegiatan bisnis juga terikat dengan “Hukum” Hukum Dagang atau Hukum Bisnis, yang merupakan cabang penting dari ilmu hukum modern. Dan dalam praktek hukum banyak masalah timbul dalam hubungan bisnis, pada taraf nasional maupun international. Seperti etika, hukum juga merupakan sudut pandang normatif, karena menetapkan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Dari segi norma, hukum lebih jelas dan pasti daripada etika, karena peraturan hukum dituliskan hitam atas putih dan ada sanksi tertentu bila terjadi pelanggaran. Bahkan pada zaman kekaisaran Roma, ada pepatah terkenal : “Quid leges sine moribus” yang artinya : “apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas”.
Lalu apa tolok ukur bahwa bisnis itu baik menurut tiga sudut pandang tadi?
Untuk sudut pandang ekonomis, jawaban pertanyaan ini lebih mudah, yaitu bila bisnis memberikan profit, dan hal ini akan jelas terbaca pada laporan rugi/laba perusahaan di akhir tahun. Dari sudut pandang hukum pun jelas, bahwa bisnis yang baik adalah yang diperbolehkan oleh sistem hukum yang berlaku. (penyelundupan adalah bisnis yang tidak baik). Yang lebih sulit jawabnya adalah bila bisnis dilihat dari sudut pandang moral. Apa yang menjadi tolok ukur untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan bisnis.

Dari sudut pandang moral, setidaknya ada 3 tolok ukur yaitu : nurani, Kaidah Emas, penilaian umum.
1) Hati Nurani : Suatu perbuatan adalah baik, bila dilakukan susuai dengan hati nuraninya, dan perbuatan lain buruk bila dilakukan berlawanan dengan hati nuraninya. Kalau kita mengambil keputusan moral berdasarkan hati nurani, keputusan yang diambil “dihadapan Tuhan” dan kita sadar dengan tindakan tersebut memenuhi kehendak Tuhan.
2) Kaidah Emas : Cara lebih obyektif untuk menilai baik buruknya perilaku moral adalah mengukurnya dengan Kaidah Emas (positif), yang berbunyi : “Hendaklah memperlakukan orang lain sebagaimana Anda sendiri ingin diperlakukan” Kenapa begitu? Tentunya kita menginginkan diperlakukan dengan baik. Kalau begitu yang saya akan berperilaku dengan baik (dari sudut pandang moral). Rumusan Kaidah Emas secara negatif : “Jangan perlakukan orang lain, apa yang Anda sendiri tidak ingin akan dilakukan terhadap diri Anda” Saya kurang konsisten dalam tingkah laku saya, bila saya melakukan sesuatu terhadap orang lain, yang saya tidak mau akan dilakukan terhadap diri saya. Kalau begitu, saya berperilaku dengan cara tidak baik (dari sudut pandang moral).
3) Penilaian Umum : Cara ketiga dan barangkali paling ampuh untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku adalah menyerahkan kepada masyarakat umum untuk menilai. Cara ini bisa disebut juga audit sosial. Sebagaimana melalui audit dalam arti biasa sehat tidaknya keadaan finansial suatu perusahaan dipastikan, demikian juga kualitas etis suatu perbuatan ditentukan oleh penilaian masyarakat umum.
Apa itu etika bisnis?
Kata “etika” dan “etis” tidak selalu dipakai dalam arti yang sama dan karena itu pula “etika bisnis” bisa berbeda artinya.
Etika sebagai praktis berarti : nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekkan, walaupun seharusnya dipraktekkan. Sedangkan etis, merupakan sifat dari tindakan yang sesuai dengan etika.
Menurut Richard De George, bila perusahaan ingin sukses/berhasil memerlukan 3 hal pokok yaitu :
1) Produk yang baik
2) Managemen yang baik
3) Memiliki Etika

Selama perusahaan memiliki produk yang berkualitas dan berguna untuk masyarakat disamping itu dikelola dengan manajemen yang tepat dibidang produksi, finansial, sumber daya manusia dan lain-lain tetapi tidak mempunyai etika, maka kekurangan ini cepat atau lambat akan menjadi batu sandungan bagi perusahaan tsb. Bisnis merupakan suatu unsur mutlak perlu dalam masyarakat modern. Tetapi kalau merupakan fenomena sosial yang begitu hakiki, bisnis tidak dapat dilepaskan dari aturan-aturan main yang selalu harus diterima dalam pergaulan sosial, termasuk juga aturan-aturan moral.
Mengapa bisnis harus berlaku etis ?
Tekanan kalimat ini ada pada kata “harus”. Dengan kata lain, mengapa bisnis tidak bebas untuk berlaku etis atau tidak? Tentu saja secara faktual, telah berulang kali terjadi hal-hal yang tidak etis dalam kegiatan bisnis, dan hal ini tidak perlu disangkal, tetapi juga tidak perlu menjadi fokus perhatian kita. Pertanyaannya bukan tentang kenyataan faktual, melainkan tentang normativitas: seharusnya bagaimana dan apa yang menjadi dasar untuk keharusan itu.
Mengapa bisnis harus berlaku etis, sebetulnya sama dengan bertanya mengapa manusia pada umumnya harus berlaku etis. Bisnis disini hanya merupakan suatu bidang khusus dari kondisi manusia yang umum.
Jawabannya ada tiga yaitu :
Tuhan melalui agama/kepercayaan yang dianut, diharapkan setiap pebisnis akan dibimbing oleh iman kepercayaannya, dan menjadi tugas agama mengajak para pemeluknya untuk tetap berpegang pada motivasi moral.
Kontrak Sosial, umat manusia seolah-olah pernah mengadakan kontrak yang mewajibkan setiap anggotanya untuk berpegang pada norma-norma moral, dan kontrak ini mengikat kita sebagai manusia, sehingga tidak ada seorangpun yang bisa melepaskan diri daripadanya.
Keutamaan, Menurut Plato dan Aristoteles, manusia harus melakukan yang baik, justru karena hal itu baik. Yang baik mempunyai nilai intrinsik, artinya, yang baik adalah baik karena dirinya sendiri. Keutamaan sebagai disposisi tetap untuk melakukan yang baik, adalah penyempurnaan tertinggi dari kodrat manusia. Manusia yang berlaku etis adalah baik begitu saja, baik secara menyeluruh, bukan menurut aspek tertentu saja.

~o0o~

Tentang fikaristiany

Oi(orang indonesia) I just want to be my self... Easy going open minded friendly humble and many more...
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s