TIPS BEASISWA LUAR NEGERI


1. Harus ada niat dan keinginan yang besar dan sangat kuat untuk dapat beasiswa. Karena untuk dapat satu adalah perjuangan yang penuh kompetisi.
2. Tapi ketahuilah banyak beasiswa tersedia di mana-mana dalam berbagai bentuk, durasi dan penerima. Kadang beasiswa ini kurang publikasi.
3. Karena kurang publikasi, tugas kita untuk heboh mencari. Dulu saya suka keluyuran ke banyak pameran pendidikan, kantor-kantor untuk nanya-nanya.
4. Jadi step penting adalah niat kuat sehingga siap heboh mencari info ke mana-mana. Beasiswa itu banyak kok.
5. Sekarang heboh cari info itu gampang. Search di google. Gabung dengan milis Beasiswa atau Facebook beasiswa. Dulu saya ga ada internet.
6. Sampe di sini saya mau bilang, beasiswa tidak datang sendiri, tapi harus dicari dengan segenap usaha. Harus Man Jadda Wajada.
7. Beasiswa yang saya bahas adalah yang ada hubungannya dengan luar negeri. Karena saya gak pernah dapat dari dalam negeri.
8. Menurut saya dapat beasiswa itu lebih karena faktor sungguh-sungguh. Bukan karena pinter. Bannyak yang pinter ga dapat.
9. Biasanya kalau sudah sungguh-sungguh cari info, dalam 6-8 bulan kita sudah dapat calon-calon beasiswa yang bisa kita lamar.
10. Sumber beasiswa yang bonafid itu antara lain Fulbright ke US, Chevening ke UK, Manbusho ke Jepang dan ADS ke Australia. Selain itu banyak yang lain.
11. Setiap beasiswa punya syarat beda-beda. Tapi stepnya hampir sama: kirim aplikasi, seleksi tulis, dan wawancara. Kalau lolos, terbang deh:)
12. Ok, anggap sekarang sudah dapat info lengkap. Langkah pertama adalah mengisi aplikasi dan melengkapi surat-surat yang dibutuhkan.
13. Ingat 1 beasiswa itu diperebutkan banyak orang. Seperti Fulbright, 1 kursi diperebutkan sampe ribuan orang.
14. Seleksi awal via aplikasi. Karena kompetisi ketat, tulis aplikasi dengan sebaik mungkin. Ribuan aplikasi dan hanya yang istimewa yang get noticed.
15. Saya perlu sampe berminggu-minggu hanya untuk ngisi 2 halaman aplikasi. Pastikan samauanya error free dan kuat. Ini satu-satunya kesempatan kita to impress.
16. Syarat umur, IPK, nilai Toefl dll beda-beda setiap beasiswa, jadi silakan cek ke pemberi beasiswa masing-masing.
17. Kalau aplikasi beasiswa sudah dikirim, sila mulai cari sekolah & surat-suratan sama universitas. Jadi ada 2 aplikasi: beasiswa dan aplikasi ke sekolah.
18. Kalau aplikasi layak, akan dipanggil untuk tes tulis n wawancara. Kalo Chevening ada tes tulis dan bahas, kalo Fulbright langsung ke wawancara.
19. Tes tulis Chevening sistem gugur. Yang gak lulus tes 1 gak bisa ikut tes ke 2. Yang lulus akan dipanggil untuk wawancara.
20. Sebelum wawancara, berlatih jawab pertanyaan-pertanyaan, baca dan denger segala sesuatu dalam b. inggris beberapa hari sebelum wawancara akan bantu. Tidur cukup dan relax.
21. Begitu dipanggil masuk ruang wawancara, relax. Anggap pewawancara itu teman yang mau denger cerita kita. Be honest. Show your passion.
22. Jadi ada 2 kesempatan jual diri. Dalam aplikasi dan di saat wawancara. Di 2 kesempatan itu; jujur, semangat, pede, dan ceritakan semua kelebihan kita.
23. Tiap beasiswa beda, tapi umumnya mencover tuition, biaya hidup, tiket PP, biaya tes Toefl dan kursus bahasa. Suami/istri tidak selalu di-cover.
24. Ada besiswa yang baik yang sampai men-cover beli laptop, biaya riset tesis, suami/istri. Sila cek setiap dengan pemberi beasiswa untuk detil.
25. Ok, udah dapat beasiswa lalu gimana? Harus ada sekolah yang sudah nerima kita, baru bisa berangkat. Kalo belum ada, ya terpaksa nunggu dulu.
26. Udah dapat beasiswa dan dapat sekolah, tapi beasiswa tidak cukup bayar SPP gimana? Harus cari beasiswa tambahan atau uang sendiri.
27. Kalau sudah dapat beasiswa dari yang bonafid, mencari tambahan lebih mudah. bisa ke korporat, yayasan, dan bahkan ke kampus yang akan terima kita.
28. Kampus US & UK punya bwragam beasiswa tambahan. Ada yang khusus untuk perempuan, untuk orang asia, untuk orang cacat, untuk negara ketiga dll.
29. Cari satu beasiswa utama dulu, kalo gak cukup, banyak kesempatan dapat beasiswa tambahan. Cek Ford Foundation salah satu yang bisa kasih.
30. Umumnya kesempatan beasiswa itu buat yang sudah punya pengalaman kerja. PNS, perempuan, wartawan, NGO, dari Indonesia Timur peluang bisa lebih besar.
31. Beasiswa yang saya bicarakan beragam: ada yang pendek 3-9 bulan, biasanya fellowship/exchange program, ada yang untuk S1, ada S2, dan ada S3.
32. Bagusnya beasiswa besar, ada kontrak bhw penerima balik lg ke Indonesia beberapa tahun, biar gak brain drain.
33. Ada beasiswa dari korporat yang malah mewajibkan penerimanya kerja di perusahaannya, seperti di Singapore. Di US setamat kuliah boleh kerja 18 bulan.
34. Nah bagi yang belum tamat kuliah gimana? Ada kok kesempatan dapat beasiswa singkat. Saya dapat 2 beasiswa singkat sebelum lulus S1.
35. Semester 6 saya dapat exchange program ke kanada & semester 9 saya dapat fellowship ke NUS Singapore. Durasinya 6-9 bulan. Jadi jangan nunggu lulus!
36. Buat karyawan banyk shortcourse untuk profesional. Saya pernah dapat fellowship di Uni Maryland. Sekelas sama pemenang pulitzer. Jadi kapan saja bisa.
37. Jadi definis beasiswa yang saya bahas adalah segala kegiatan belajar kita di luar negeri yang dibayarin orang lain. Gratis. Tidak harus untuk dapat gelar.
38. Ada beasiswa yang hanya buat orang yang belum pernah sekolah di LN. Tapi ada juga yang MALAH percaya dan ngasih ke orang yang pernah dapat beasiswa juga.
39. Untuk info terbaru berbagai beasiswa harus rajin nyari-nyari, tapi bisa juga join di FB, ada akun beasiswa, juga di grup “beasiswa” di yahoogroups.
40. Bagi yang masih kuliah, usahakan IPKnya lumayan bagus, karena ada beasiswa S2 dan S3 yang mematok IPK minimal. sekitar 3.00 cukup aman.
41. Jadi dapat beasiswa itu kombinasi niat kuat+usaha di atas rata-rata untuk nyari+riset dan persiapan+honest+passionate+jangan lupa DOA dan IKHLAS.
42. Buat aktifis kampus, Dikti punya program exchange ke Cina, Aussi dan Belanda. Sila kontak rektorat ato Dikti.
43. Buat karyawan perusahaan besar, lihat website company, kadang-kadang ada program fellowship untuk pindah ke kantor di LN beberapa bulan.
44. Saya pernah jadi pewawancara. Kami suka yang jujur, artikulatif dan punya tekad besar. Tidak suka sama yang sombong, malas-malasan, dan lebai.
45. Supaya ga grogi waktu wawancara, Jangan terburu-buru, pikir dulu baru jawab. Sebaiknya ada eye contact dengan pewawancara. Show ur spirit!
46. Sebagai pewawancara yang kami cari adalah orang yang bertekad besar untuk menggunakan beasiswa sebaik-baiknya dan apa dia punya mampu untuk itu.
47. Sebagai pewawancara yang kami cari adalah apa orang ini bisa membawa manfaat buat hubungan kedua negara dalam arti luas.
48. Sebagai pewawancara yang kami suka orang yang telah riset dan do their homework tentang beasiswa, bidang studi dan negara yang dituju.
49. Saya suka bawa kliping tulisan atau karya lain saya ke ruang wawancara. Perlihatkan ke pewawancara. Seeing is believing.
50. Waktu wawancara terbatas, ceritakan semua strenght kita, pilih kata-kata lugas dan to the point. Tapi jangan menyombong. Rehearse di rumah.
51. Ketika pewawancara rapat, every little effort peserta dipertimbangkan. Jadi usahalah di atas rata2, Go the extra miles, jangan lupa DOA.
52. Skill Inggris diukur dengan Toefl atau Ielts. Skornya tergantung pemberi beasiswa, universitas dan studi. Toefl berkisar 550 sd 600.
53. Enaknya dapat Chevening, ADS dan beberapa yang lain, penerima dapat free kursus Inggris sebelm kuliah. Kualitasnya bagus dan jadi banyak teman.
54. Penerma beasiswa bonafid dihargai di kampus dan tempat kerja. Universitas dapat kredit kalau nerima Fulbright atau Chevening recipients.
55. Gagal 1-2 kali jangan berhenti. Anggap aja latihan. Persaingan ketat. Coba lagi. Worth it kok ngulang berkali-kali. Man sabara zafira.
56. Seperti hal lain saya percaya dapat beasiswa adalah kombinasi niat kuat+usaha di atas rata2+doa+ikhlas. Everything is possible.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Komponen Pengembangan Kurikulum 2013 pada Bahan Uji Publik Kurikulum 2013


Kurikulum di Indonesia sudah mengalami perkembangan sejak periode sebelum tahun 1945 hingga kurikulum tahun 2006 yang berlaku sampai akhir tahun 2012 lalu. Selama proses pergantian Kurikulum tidak ada tujuan lain selain untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta rancangan pembelajaran yang ada di sekolah. Menurut beberapa pakar, perubahan kurikulum dari masa ke masa, baik di Indonesia maupun di negara lain, disebabkan karena kebutuhan masyarakat yang setiap tahunnya selalu berkembang dan tuntutan zaman yang cenderung berubah. Perkembangan kurikulum dianggap sebagai penentu masa depan anak bangsa. Oleh karena itu, kurikulum yang baik akan sangat diharapkan dapat dilaksanakan di Indonesia sehingga akan menghasilkan masa depan anak bangsa yang cerah yang berimplikasi pada kemajuan bangsa dan negara.

Setiap kurikulum yang telah berlaku di Indonesia dari periode sebelum tahun 1945 hingga kurukulum tahun 2006, memiliki beberapa perbedaan sistem. Perbedaan sistem yang terjadi bisa merupakan kelebihan maupun kekurangan dari kurikulum itu sendiri. Kekurangan dan kelebihan tersebut dapat berasal dari landasan, komponen, evaluasi, prinsip, metode, maupun model pengembangan kurikulum. Untuk memperbaiki kekurangan yang ada, maka disusunlah kurikulum yang baru yang diharapkan akan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tuntutan zaman. Oleh karena itu, kurikulum di Indonesia akan senantiasa berkembang maupun berubah sesuai yang disebutkan sebelumnya.

Dalam analisis ini, penulis hanya akan menganalisis komponen-komponen kurikulum 2013 berdasarkan Bahan Uji Publik Kurikulum 2013. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui komponen pengembangan kurikulum apa saja yang terdapat pada kurikulum 2013. Selain itu, analisis inipun bertujuan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari komponen pengembangan kurikulum 2013 yang terdapat pada Bahan Uji Publik Kurikulum 2013.

Adapun batasan analisis yang dilakukan adalah hanya menganalisis kurikulum 2013 yang akan diberlakukan di SD, SMP, dan SMA/SMK. Hasil analisis ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai aplikasi dari komponen-komponen pengembangan kurikulum yang telah dipelajari dalam perkuliahan Kurikulum dan Pembelajaran.

TINJAUAN PUSTAKA

Kurikulum adalah sejumlah pengalaman pendidikan kebudayaan, sosial, olahraga, dan kesenian yang disediakan oleh sekolah bagi murid-murid di dalam dan di luar sekolah dengan maksud menolongnya untuk berkembang menyeluruh dalam segala segi dan merubah tingkah laku mereka sesuai dengan tujuan-tujuan pendidikan (Dr. Addamardasyi dan Dr. Munir Kamil).

1

Fungsi kurikulum dalam proses pendidikan adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam hal ini, berarti bahwa sebagai alat pendidikan kurikulum memiliki komponen-komponen penting dan sebagai penunjang yang dapat mendukung operasinya secara baik. Komponen-komponen pembentuk ini satu sama lainnya saling berkaitan. Adapun komponen-komponen pengembangan kurikulum, yaitu komponen tujuan, komponen isi, komponen metode, dan komponen evaluasi. Komponen satu sama lain ini saling berkaitan.

Adapun uraian dari masing-masing komponen tersebut ialah sebagai berikut:

1. Komponen Tujuan

Komponen tujuan merupakan komponen pembentuk kurikulum yang berkaitan dengan hal-hal yang ingin dicapai atau hasil yang diharapkan dari kurikulum yang akan dijalankan. Dengan membuat tujuan yang pasti, hal tersebut akan membantu dalam proses pembuatan kurikulum yang sesuai dan juga membantu dalam pelaksanaan kurikulumnya agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:

a. Tujuan Pendidikan Nasional

Dalam perspektif pendidikan nasional, tujuan pendidikan nasional dapat dilihat secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa “ Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

b. Tujuan Institusional

Tujuan institusional adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap lembaga pendidikan. Dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2007 dikemukakan bahwa tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dirumuskan sebagai berikut.

1) Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

2) Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

3) Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

c. Tujuan Kurikuler

Tujuan kurikuler adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang studi atau mata pelajaran.

d. Tujuan Instruksional atau Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran yang merupakan bagian dari tujuan kurikuler, dapat didefinisikan sebagai kemampuan yang harus dimiliki oleh anak didik setelah mereka mempelajari bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu dalam satu kali pertemuan.

2. Komponen Isi

Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program dari masing-masing bidang studi tersebut.

3. Komponen Metode

Komponen metode atau strategi merupakan komponen yang cukup penting karena metode dan strategi yang digunakan dalam kurikulum tersebut menentukan apakah materi yang diberikan atau tujuan yang diharapkan dapat tercapai atau tidak. Dalam prakteknya, seorang guru seyogyanya dapat mengembangkan strategi pembelajaran secara variatif, menggunakan berbagai strategi yang memungkinkan siswa untuk dapat melaksanakan proses belajarnya secara aktif, kreatif dan menyenangkan, dengan efektivitas yang tinggi. Pemilihan atau pembuatan metode atau strategi dalam menjalankan kurikulum yang telah dibuat haruslah sesuai dengan materi yang akan diberikan dan tujuan yang ingin dicapai.

4. Komponen Evaluasi

Dalam pengertian terbatas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan. Sedangkan dalam pengertian yang lebih luas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria.

Komponen evaluasi merupakan bagian dari pembentuk kurikulum yang berperan sebagai cara untuk mengukur atau melihat apakah tujuan yang telah dibuat itu tercapai atau tidak. Selain itu, dengan melakukan evaluasi, kita dapat mengetahui apabila ada kesalahan pada materi yang diberikan atau metode yang digunakan dalam menjalankan kurikulum yang telah dibuat dengan melihat hasil dari evaluasi tersebut. Dengan begitu, kita juga dapat segera memperbaiki kesalahan yang ada atau mempertahankan bahkan meningkatkan hal-hal yang sudah baik atau berhasil.

METODE PENELITIAN

Penulisan jurnal ini dilakukan dengan beberapa metode, di antaranya :

Metode deskripsi, yaitu memaparkan data-data yang diperoleh dari berbagai sumber.
Browsing internet, yaitu mencari serta mengambil data-data tentang suatu objek melalui internet.
Studi pustaka, yaitu mencari data serta mengambil data referensi dari buku-buku atau yang sejenisnya yang terkait dengan objek yang sedang dicari informasinya. Dalam metode yang ketiga ini, penulis menggunakan buku pegangan mahasiswa dalam perkuliahan Kurikulum dan Pembelajaran, serta lampiran Bahan Uji Publik Kurikulum 2013 sebagai bahan untuk dibaca, dipahami, dikaji, dianalisis.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

1. Komponen tujuan

Komponen Tujuan merupakan komponen pembentuk kurikulum yang berkaitan dengan hal-hal yang ingin dicapai atau hasil yang diharapkan dari kurikulum yang akan dijalankan.

Tujuan pendidikan nasional dapat dilihat secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa “ Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Tujuan institusional adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan disini diklasifikasikan ke dalam tingkat satuan pendidikan, yang meliputi pendidikan dasar, menengah, dan menengah kejuruan. Tujuan institusional merupakan cerminan dari standar kompetensi lulusan yang diharapkan dari setiap tingkat satuan pendidikan. Standar kompetensi lulusan terbagi menjadi tiga domain, yakni domain kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotor (keterampilan).

Pada kerangka kurikulum 2013, rincian dari tujuan tingkat satuan pendidikan, antara lain:

Domain kognitif (pengetahuan)

2

Domain afektif (sikap)

3

Domain psikomotor (keterampilan)

Tujuan kurikuler adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang studi atau mata pelajaran. Tujuan setiap mata pelajaran akan berbeda-beda, tetapi tujuan kurikuler ini merupakan turunan dari standar kompetensi lulusan.
Tujuan pembelajaran didefinisikan sebagai kemampuan yang harus dimiliki oleh anak didik setelah mereka mempelajari bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu dalam satu kali pertemuan. Sama halnya dengan tujuan kurikuler, tujuan pembelajaran dari setiap bahasan akan berbeda-beda, namun masih merupakan bagian dari tujuan kurikuler.

2. Komponen Isi

Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan.

Kurikulum SD

No. Komponen Rancangan
1 Berbasis tematik-integratif sampai kelas VI.
2 Menggunakan kompetensi lulusan untuk merumuskan kompetensi inti pada tiap kelas.
3 Menggunakan pendekatan sains dalam proses pembelajaran (mengamati, bertanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta) semua mata pelajaran.
4 Menggunakan IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua mata pelajaran.
5 Meminimumkan jumlah mata pelajaran dengan hasil dari 10 dapat dikurangai menjadi 6 melalui pengintegrasian beberapa mata pelajaran:- IPA menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dll;

– IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, dll;

– Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan;

– Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran.
6 Menempatkan IPA dan IPS pada posisi sewajarnya bagi anak SD, yaitu bukan sebagai disiplin ilmu melainkan sebagai sumber kompetensi untuk membentuk sikap ilmuwan dan kepedulian dalam berinteraksi sosial dan dengan alam secara bertanggung jawab.
7 Perbedaan antara IPA/IPS dipisah atau diintegrasikan hanyalah pada apakah buku teksnya terpisah atau jadi satu. Tetapi bila dipisah dapat berakibat beratnya beban guru, kesulitan bagi bahasa Indonesia untuk mencari materi pembahasan yang kontekstual, berjalan sendiri melampaui kemampuan berbahasa peserta didiknya seperti yang terjadi saat ini, dll.
8 Menambah 4 jam pelajaran per minggu akibat perubahan proses pembelajaran dan penilaian.

5

b.

Kurikulum SMP

No. Komponen Rancangan
1 Sama dengan SD, akan disusun berdasarkan kompetensi yang harus dimiliki peserta didik SMP dalam ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
2 Menggunakan mata pelajaran sebagai sumber kompetensi dan substansi pelajaran.
3 Menggunakan pendekatan sains dalam proses pembelajaran (mengamati, bertanya, menalar, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta) semua mata pelajaran.
4 Meminimumkan jumlah mata pelajaran dengan hasil dari 12 dapat dikurangi menjadi 10 melalui pengintegrasian beberapa mata pelajaran:- TIK menjadi sarana pembelajaran pada semua mata pelajaran, tidak berdiri sendiri

– Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya

– Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran
5 IPA dan IPS dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies, bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Keduanya sebagai pendidikan berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pembangunan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam.
6 Bahasa Inggris diajarkan untuk membentuk keterampilan berbahasa.
7 Menambah 6 jam pelajaran per minggu sebagai akibat dari perubahan pendekatan proses pembelajaran dan proses penilaian.

6

c.

Kurikulum SMA/SMK

7

8

3. Komponen Metode

Dalam prakteknya, seorang guru seyogyanya dapat mengembangkan strategi pembelajaran secara variatif, menggunakan berbagai strategi yang memungkinkan siswa untuk dapat melaksanakan proses belajarnya secara aktif, kreatif dan menyenangkan, dengan efektivitas yang tinggi. Pemilihan atau pembuatan metode atau strategi dalam menjalankan kurikulum yang telah dibuat haruslah sesuai dengan materi yang akan diberikan dan tujuan yang ingin dicapai.

4. Komponen Evaluasi

Komponen evaluasi merupakan bagian dari pembetuk kurikulum yang berperan sebagai cara untuk mengukur atau melihat apakah tujuan yang telah dibuat itu tercapai atau tidak. Selain itu, dengan melakukan evaluasi, kita dapat mengetahui apabila ada kesalahan pada materi yang diberikan atau metode yang digunakan dalam menjalankan kurikulum yang telah dibuat dengan melihat hasil dari evaluasi tersebut. Dengan begitu, kita juga dapat segera memperbaiki kesalahan yang ada atau mempertahankan bahkan meningkatkan hal-hal yang sudah baik atau berhasil.

Adanya rancangan kurikulum 2013 ini merupakan bentuk pembaharuan kurikulum, dimana telah dilaksanakannya evaluasi dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Adapun permasalahan yang terdapat pada kurikulum sebelumnya, yaitu kurikulum 2006, antara lain:
No Permasalahan
1 Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak.
2 Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.
3 Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
4 Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum.
5 Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global.
6 Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru.
7 Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (sikap, keterampilan, dan pengetahuan) dan belum tegas, menuntut adanya remediasi secara berkala.
8 Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multitafsir.

Selain itu, ada pula kesenjangan yang terdapat pada kurikulum, di antaranya:
Kondisi Saat Ini Konsep Ideal
A. Kompetensi Lulusan A. Kompetensi Lulusan

Belum sepenuhnya menekankan pendidikan karakter
Belum menghasilkan keterampilan sesuai kebutuhan
Pengetahuan-pengetahuan lepas
Berkarakter mulia

Keterampilan yang relevan

Pengetahuan-pengetahuan terkait

B. Materi Pembelajaran B. Materi Pembelajaran

Belum relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan
Beban belajar terlalu berat
Terlalu luas, kurang mendalam
Relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan
Materi esensial
Sesuai dengan tingkat perkembangan anak

C. Proses Pembelajaran C. Proses Pembelajaran

Berpusat pada guru (teacher-centered learning)
Sifat pembelajaran yang berorientasi pada buku teks
Buku teks hanya memuat materi bahasan
Berpusat pada peserta didik (student-centered active learning)
Sifat pembelajaran yang kontekstual

Buku teks memuat materi dan proses pembelajaran, sistem penilaian serta kompetensi yang diharapkan

D. Penilaian D. Penilaian

Menekankan aspek kognitif

Test menjadi cara penilaian yang dominan
Menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik secara proporsional
Penilaian test dan portofolio saling melengkapi

E. Pendidik dan Tenaga Kependidikan E. Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Memenuhi kompetensi profesi saja

Fokus pada ukuran kinerja PTK
Memenuhi kompetensi profesi, pedagogi, sosial, dan personal
Motivasi mengajar

F. Pengelolaan Kurikulum F. Pengelolaan Kurikulum

Satuan pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengelolaan kurikulum
Masih terdapat kecenderungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah
Pemerintah hanya menyiapkan sampai standar isi mata pelajaran
Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan
Satuan pendidikan mampu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah

Pemerintah menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman

Pembahasan

1. Komponen Tujuan
Domain kognitif Perbedaan dari ketiga tingkatan, yakni tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK, terletak pada perbedaan jenis pengetahuan dan ruang lingkup objek pengetahuan. Untuk tingkat SD, jenis pengetahuan yang dituntut untuk dimiliki adalah faktual dan konseptual, serta ruang lingkup objek masih berada di lingkungan sekitar dan berkaitan/terjadi kontak langsung. Untuk SMP, jenis pengetahuan yang dituntut untuk dimiliki adalah faktual, konseptual, dan prosedural, serta ruang lingkup objek masih berada di lingkungan sekitar maupun di tempat yang berbeda dan masih terlihat. Sementara untuk tingkat SMA, jenis pengetahuan yang dituntut untuk dimiliki adalah prosedural dan metakognitif, serta ruang lingkup objek masih berada di lingkungan sekitar dan dia dapat mengetahui sebab-sebab dari fenomena yang terjadi.
Domain afektif Perbedaan dari ketiga tingkatan, yakni tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK, terletak pada penerapan sikap yang diharapkan. Untuk tingkat SD, penerapan sikap masih dalam ruang lingkup lingkungan sekitar, sedangkan untuk tingkat SMP penerapan sikap dituntut untuk diterapkan pada lingkungan pergaulannya dimanapun ia berada. Sementara itu, untuk tingkat SMA/SMK, dituntut memiliki sikap kepribadian yang mencerminkan kepribadian bangsa dalam pergaulan dunia.
Domain psikomotor Perbedaan dari ketiga tingkatan, yakni tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK, hanya terletak pada kemandirian siswanya. Untuk tingkat SD, tidak dituntut untuk kemandirian tinggi, namun dituntut untuk menyelesaikan suatu tugas yang hanya ditugaskan kepadanya. Untuk tingkat SMP, dituntut untuk dapat mempelajari sesuatu yang tidak hanya berasal dari satu sumber saja, melainkan dari sumber lain juga dituntut untuk dipelajari. Untuk tingkat SMA/SMK, kemampuan keterampilan yang dituntut adalah keterampulan untuk dapat mengembangkan atau mengaplikasikan teori yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

2. Komponen Isi

Pada kurikulum 2013 setiap jenjang atau tingkatan pendidikan dalam hal isi, yakni segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Dalam pembahasan ini, sesuatu yang diberikan kepada peserta didik adalah mata pelajaran dan alokasi waktu yang diberikan untuk setiap mata pelajaran.
SD Untuk kurikulum SD, terdapat usulan pengelompokkan mata pelajaran. Kelompok A meliputi mata pelajaran pendidikan agama, PPKn, bahasa Indonesia, matematika, IPA, dan IPS. Sementara itu, kelompok B terdiri dari seni budaya & prakarya, serta pendidikan jasmani, olahraga & kesehatan. Untuk muatan lokal dan pengembangan diri yang awalnya merupakan pelajaran terpisah, diusulkan untuk digabungkan pada kelompok B, yakni muatan lokal dan seni budaya & keterampilan digabungkan menjadi mata pelajaran seni budaya & prakarya dan pendidikan jasmani, olahraga & kesehatan, serta pengembangan diri diintegrasikan pada semua mata pelajaran.Usulan mengenai alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran setiap tingkatan kelas diusulkan berbeda-beda, tergantung dari tujuan kurikuler yang ingin dicapainya. Ada dua usulan yang berbeda, khususnya mengenai pembelajaran mata pelajaran IPA dan IPS, yang didasarkan pada tingkat kemampuan berpikir anak. Namun begitu, untuk jumlah alokasi waktunya sama.
SMP Untuk kurikulum SMP, terdapat penambahan alokasi waktu pembelajaran dari kurikulum SMP yang sebelumnya. Selain itu, ada pula usulan untuk mengelompokkan mata pelajaran. Untuk mata pelajaran pendidikan agama, PPKn, bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, dan bahasa Inggris, dimasukkan ke dalam kelompok A. Sementara itu, kelompok B terdiri atas mata pelajaran seni budaya, penjaskes, dan prakarya (termasuk muatan lokal). Namun, dalam usulan kurikulum baru ini tidak terdapat mata pelajaran keterampilan/TIK, melainkan TIK diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran. Hal tersebut memang terkesan sangat rancuh, mengingat pada era ini proses pembelajaran tidak dapat terlepas dari teknologi yang semakin hari semakin berkembang.
SMA/SMK Untuk kurikulum SMA, tidak ada perubahan untuk mata pelajaran kelompok A dan kelompok B. Namun, untuk mata pelajaran kelompok C dibagi menjadi 3 jurusan, yakni jurusan berdasarkan minat akademik di bidang matematika & sains, bidang sosial, dan bidang bahasa, yang memiliki alokasi waktu yang sama. Pada usulan kurikulum yang baru, terdapat pula mata pelajaran pilihan yang terdiri dari mata pelajaran literasi media, bahasa asing lain, teknologi terapan, dan pilihan pendalaman minat atau lintas minat.Untuk kurikulum SMK, tidak ada perubahan untuk mata pelajaran kelompok A dan kelompok B. Namun, untuk mata pelajaran kelompok C dibagi menjadi 5 jurusan, yakni jurusan berdasarkan minat akademik di bidang matematika, fisika, kimia, bahasa inggris vokasi dan keterampilan kejuruan, yang memiliki alokasi waktu yang berbeda dimana keterampilan kejuruan memiliki alokasi waktu yang lebih banyak.

3. Komponen Metode

Dalam Bahan Uji Publik Kurikulum 2013, tidak disebutkan secara khusus metode pengembangan dan/atau pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang pengajar di kelas. Namun, harus dipahami bahwa seorang guru seyogyanya dapat mengembangkan strategi pembelajaran secara variatif, menggunakan berbagai strategi yang memungkinkan siswa untuk dapat melaksanakan proses belajarnya secara aktif, kreatif dan menyenangkan, dengan efektivitas yang tinggi, serta harus sesuai dengan materi yang akan diberikan dan tujuan yang ingin dicapai.

4. Komponen Evaluasi

10

Komponen evaluasi merupakan bagian dari pembentuk kurikulum yang berperan sebagai cara untuk mengukur atau melihat apakah tujuan yang telah dibuat itu tercapai atau tidak. Selain itu, dengan melakukan evaluasi, kita dapat mengetahui apabila ada kesalahan pada materi yang diberikan atau metode yang digunakan dalam menjalankan kurikulum yang telah dibuat dengan melihat hasil dari evaluasi tersebut. Dengan begitu, kita juga dapat segera memperbaiki kesalahan yang ada atau mempertahankan bahkan meningkatkan hal-hal yang sudah baik atau berhasil.

Dari bagan di atas, dapat dipahami bahwa tugas dari komponen evaluasi terhadap sebuah kurikulum, antara lain mempertahankan SK-KD lama yang sesuai dengan SKL baru, merevisi SK-KD lama dan disesuaikan dengan SKL baru, dan menyusun SK-KD baru. Namun dalam aplikasinya, peranan dan tugas dari komponen evaluasi tersebut belum dilaksanakan secara optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari daftar permasalahan yang terjadi pada kurikulum 2006, yang masih banyak permasalahan yang belum diperbaiki di kurikulum 2013 ini. Dari delapan permasalahan yang terjadi, hanya tiga yang telah diperbaiki yaitu aspek standar kompetensi lulusan yang diharapkan yang meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor, serta aspek penilaian dari kompetensi lulusan yang diharapkan. Selain itu, yang telah diperbaiki adalah kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) telah terakomodasi di dalam kurikulum, tetapi itupun hanya terdapat pada kurikulum SMK saja.

Permasalahan mengenai jumlah mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak, kurikulum yang belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global, belum mendapat perhatian dari para pengembang kurikulum di tingkat pemerintahan. Meskipun telah ada pengintegrasian mata pelajaran, tetapi pada dasarnya kemampuan yang diharapkan sama saja dengan kemampuan yang diharapkan ketika masih diberlakukannya kurikulum 2006. Maksudnya adalah, jumlah mata pelajaran sudah diintegrasikan, tetapi kompetensi dasar yang diharapkan sama saja ketika sebelum diintegrasikan. Dengan begitu, komponen evaluasi ini belum berperan secara maksimal.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa rancangan kurikulum yang terdapat pada Bahan Uji Publik Kurikulum 2013 memiliki komponen-komponen pengembangan kurikulum yang terdiri dari komponen tujuan, komponen isi, komponen metode, dan komponen evaluasi. Untuk komponen tujuan, isi, dan metode sudah dapat dikatakan baik, namun uuntuk komponen evaluasi masih belum berperan secara maksimal. Hal ini dapat terlihat dari beberapa permasalahan kurikulum 2006 yang asih belum diselesaikan.

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih oleh penulis sampaikan kepada dosen pengampu yang telah memberikan pemahaman kepada penulis mengenai urgensi penyusunan jurnal penelitian.

Makalah dalam bentuk PDF bisa diunduh di sini: Jurnal Analisis Komponen Pengembangan Kurikulum 2013

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku:

Ruhimat, Toto. (2009). Kurikulum & Pembelajaran. Bandung: Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan.

Sumber Internet:

Auliana. (2008). Komponen-Komponen Pengembangan Kurikulum. [Online]. Tersedia: http://lavender2night.multiply.com/journal/item/5?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem. [17 Februari 2013].

Sudrajat, Akhmad. (2008). Komponen-Komponen Kurikulum. [Online]. Tersedia: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/22/komponen-komponen-kurikulum/. [17 Februari 2013].

Wahyudin. (2011). Komponen-Komponen Kurikulum dan Pengembangan Silabus Pendidikan Agama Islam. [Online]. Tersedia: http://whyfaqoth.blogspot.com/2011/07/komponen-komponen-kurikulum-dan.html. [17 Februari 2013].

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Definisi Kewirausahaan


KEWIRAUSAHAAN

Perkembangan Teori Dan Istilah Entrepreneur adalah sebagai berikut :

 Asal kata Entrepreur dari bahasa Perancis berarti between taker atau go between.
 Abad pertengahan: berarti aktor atau orang yang bertanggung jawab dalam proyek produksi berskala besar.
 Abad 17 diartikan sebagai orang yang menanggung resiko untung-rugi dalam mengadakan kontrak pekerjaan dengan pemerintah dengan menggunakan fixed price.
 Richard Cantillon (Tahun 1775), Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian.
 Jean Babtista Say (1816), Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.
 Frank Knight (1921), Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang wirausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.
 Joseph Scumpeter (1934), Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan didalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk (1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, (2) memperkenalkan metode produksi baru, (3) membuka pasar yang baru (new market), (4) memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Scumpeter mengaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengaitkannya dengan kombinasi sumber daya. Wirausaha adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi atau mengolah bahan baku baru.
 Penrose (1963), Kegiatan kewirausahaan mencakup identifikasi peluang-peluang didalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
 Harvey Leibenstein (1968, 1979), Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
 Israel Kirzner (1979), Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar.
 Entrepreneurship Center at Miami University Of Ohio, Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkan dan membawa visi kedalam kehidupan. Visi tersebut bisa beruapa ide inovasi, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.
 Peter F. Drucker (1964), Kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausaha adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, berbeda dari yang lain. Atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya.
 Zimmerer, Kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha).
 Robin, Kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang/kesempatan untuk memenuhi kebutuhan/keinginan melalui inovasi tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan.
 Bedeau (1797), Wirausaha sebagai orang yang menanggung resiko, yang merencanakan, supervisi, mengorganisasi dan memiliki.
 Francis Walker (1876), Membedakan antara orang yang menyediakan modal dan menerima bunga, dengan orang yang menerima keuntungan karena keberhasilannya memimpin usaha.
 David Mc Clellland (1961), Entrepreneur adalah seorang yang energik dan membatasi resiko.
 Albert Shapero (1975), Seorang yang memiliki inisiatif, mengorganisir mekanis sosial dan ekonomi dan menerima resiko kegagalan.
 Karl Vesta (1980), Seorang entrepreneur berbeda dengan seorang ahli ekonomi, psychologist, business persons dan politicians.
 Giffrord Pinchot (1983), Intrapreneur adalah seorang entrepreneur dari dalam organisasi yang sudah ada/organisasi yang sedang berjalan.
 Robert Hisrich (1985), Entrepreneur adalah merupakan proses menciptakan sesuatu yang berbeda dengan mengabdikan seluruh waktu dan tenaganya disertai dengan menanggung resiko keuangan, kejiwaan, sosial dan menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan pribadinya.
 Savary (1723), Dalam bukunya ‘Kamus Dagang’, Entrepreneur ialah orang yang membeli barang dengan harga pasti, meskipun orang itu belum tahu dengan harga berapakah barang (guna ekonomi) itu akan dijual kemudian.

Alma, Prof. Dr. Buchari, 2007, Kewirausahaan, Alfabeta, Bandung

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Entrepreneurship


KEWIRAUSAHAAN I

“Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka.
Namun terkadang kita terlalu lama melihat dan menyesali
pintu tertutup itu, sehingga kita tidak melihat pintu
lain yang telah terbuka”

KSA

Knowledge (hardskill)
o Ilmu pengetahuan yang terus berkembang misalnya: manajemen, pemasaran, perkembangan Iptek.
Skill (hardskill)
o Keterampilan yang terus meningkat misalnya: komputer, bahasa asing, komunikasi, negoisasi, pemimpinan.
Attitude (Softskill)
o Perilaku sebagai “intellectual holder” misalnya: citra diri, prestasi, inovatif, kreatif, kewirausahaan.

HIDUP ADALAH PENDAKIAN
Ada 3 tipe karakter:
1. quitter (comfort zone)
menolak untuk mendaki lebih tinggi lagi
cenderung menghindar tantangan berat
menolak terhadap perubahan
pesimistis
tidak memiliki keyakinan terhadap masa depan
2. Camper
Masih mau mendaki meskipun akan berhenti di tempat tertentu dan akan merasa puas
Masih memiliki inisiatif dengan sedikit semangat
Menahan diri terhadap perubahan
Penuh keraguan
Prestasi tidak tinggi
3. Climber
membuktikan diri untuk terus mendaki dan berkreasi
menyambut baik tantangan
membuat segala sesuatu menjadi kenyataan
bahasa yang dipergunakan bahasa positif
kesulitan adalah bagian dari hidup

PENDEKAR PERUBAHAN
Sikap kita : PERUBAHAN ADALAH TANTANGAN BUKAN ANCAMAN
Untuk itu kita perlu belajar atau berproses untuk berubah.
Syaratnya kita harus :
“OPEN MINDED”

Jadilah pendekar perubahan, jangan jadi teroris perubahan.
Perubahan jangan dianggap sebagai pemberontakan.
Biasanya, selalu membanggakan dan dibandingkan dengan kejayaan para pendahulu di masa lalu, padahal jaman sudah berubah dan perubahan terus berlangsung,

Tiada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri.
Kita harus optimis akan masa depan
Tidak ada peluang atau pasar yang jenuh, yang ada pikiran yang jenuh
Jangan atau tidak boleh takut pada kegagalan (tidak utk jangka pendek, tetapi utk jangka panjang)
Kita ingin memenangkan pertempuran, bukan peperangan

PERSONALITAS vs KARAKTER :
Personalitas :
 Diatas permukaan
 Tampak langsung
 Tidak permanen

Karakter :
 Dibawah permukaan
 Tidak nampak
 Fundamental
SECRET :
HUKUM GAYA TARIK,
“LAW of ATTRACTION” :
Apa yang kita pikirkan, itulah yg terjadi (kebiasaan mengatakan jangan-jangan nanti…
Kalau kita berpikir gagal/ negatif, itulah yg akan terjadi
Kalau kita berpikir sukses/ positif, itu pula yg akan terjadi
If someone can do something, than its possible to me to do the something

BERPIKIR POSITIF
 Adalah kebiasaan untuk memandang segala sesuatu dari sudut baiknya, berlatihlah untuk melihat dan memandang seseorang dari sudut baiknya
 Berpikir adalah suatu proses pengeluaran energi, sama halnya dengan berdoa.
 Pikiran mempunyai pengaruh yang besar terhadap hidup kita, apa saja yang kita inginkan selalu dimulai dari pikiran atau angan-angan kita.
☼ kalau anda ingin bahagia berpikirlah bahagia, kalau anda ingin sehat berpikirlah sehat
☼ karena itu mulailah hidup ini dengan selalu berpikir positif
 Jangan mengeluh pada orang lain, mengeluhlah pada Allah.
 Nikmatilah hidup dengan “selalu memberi dari pada meminta”

Tujuan
Mengubah ide jadi peluang dan menciptakannya menjadi manfaat (benefit)
Suryana :
“Inti dari Kewirausahaan adalah menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melalui berpikir kreatif dan inovatif”.

Ciputra:
Kewirausahaan adalah jalan keluar untuk menyelesaikan masalah pengangguran, kemiskinan dan kemelaratan.
Kewirausahaan sangat penting untuk mengubah bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju.

MENARIK …
TAPI ENGGAN MEMULAINYA

KENAPA ?
KALO ORANG LAIN BISA
KENAPA SAYA TIDAK BISA ?

ENGGAN, karena…
 Butuh MODAL ?
 Gak kebayang susahnya cari PEMBELI apalagi PELANGGAN ???
 Gak nemu “IDE” ?
 Gak bakat MENGELOLA
 Gak punya PENGETAHUAN atau KETRAMPILAN

ENGGAN, karena …
 Takut gagal
 Usaha tersebut sudah ada / lebih dulu yang menjalankan
 Enggan bersaing
 Pandangan masyarakat
 Lama untuk jadi kaya
 Dan sebagainya

FAKTOR–FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN BERWIRAUSAHA
1) Tidak kompeten dalam manajerial
2) Kurang pengalaman
3) Kurang dapat mengendalikan keuangan
4) Gagal dalam perencanaan
5) Lokasi yang kurang memadai
6) Kurangnya pengawasan peralatan
7) Sikap kurang bersungguh – sungguh dalam berusaha
8) Ketidakmampuan dalam melakukan transmisi kewirausahaan

FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB TAKUT BERUSAHA :
• Memiliki pengalaman kegagalan
• Kurang berani mencoba
• Tidak bisa kerjasama

PELUANG WIRAUSAHA SELALU TERBUKA
Karena …
“Tak ada orang yang sama di dunia ini sehingga selera orang pun bermacam – macam. Setiap orang memiliki keunikan yang dapat diekspresikan lewat gaya hidup, tutur kata, gerak tubuh, cara berpakaian dan sebagainya”

KEUNGGULAN WIRAUSAHA :
1) Mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru
2) Melahirkan kreativitas dan inovasi baru
3) Meningkatkan kualitas
4) Menurunkan biaya yang timbul akibat ketidakpastian
5) Kekayaan harus diciptakan bukan sekedar menadahkan tangan

Tahapan berwirausaha
 Memulai  butuh keberanian menghadapi resiko
 Mengembangkan  butuh kekuatan menjadi besar
 Mempertahankan  butuh ketahanan tetap eksis

Wujudkan Impian Indah
Menjadi Wirausahawan Sendiri
Mencari Mitra yang Punya “Mimpi” Sama
Menjual “Mimpi” itu kepada wirausahawan lain

Pelajaran dari Kiyosaki
1) Orang kaya tidak bekerja untuk uang, tapi membuat uang bekerja untuk mereka
2) Untuk dapat membuat uang bekerja untuk kita, kita harus melek secara finansial (financial literacy)
3) Berupayalah untuk menciptakan bisnismu sendiri, bukan bekerja dalam bisnis orang lain
4) Pelajari sejarah dan peraturan perpajakan serta kekuasaan dari perusahaan
5) Orang kaya mengivestasikan uangnya untuk membeli aset, bukan liabilitas
6) Bekerjalah untuk belajar, jangan bekerja untuk mendapatkan uang

Faktor–faktor yang berperan pada “Kesuksesan Usaha”
1) Money
2) Machine
3) Method
4) Man
5) Marketing

Memulai Bisnis TANPA Uang Tunai
1) Modal dengkul
2) Menggunakan sistem bagi hasil
3) Meminjam dengan sistem menggaji
4) Pembayaran di muka
5) Sistem barter
6) Mengambil produk dulu

Merangsang Munculnya IDE Bisnis
 Jangan pernah menganggap enteng sesuatu hal yang nampaknya sepele
 Pelajari kiat orang lain yang telah meraih kesuksesan dan mengalami kegagalan

Ide bisnis dapat muncul KAPAN saja dan DIMANA saja, antara lain berasal dari :
1) Membantu orang lain
2) Hobi
3) Pengamatan
4) Ide lama
5) Ide orang lain
6) Kolaborasi
7) Terbitkan
8) Catatkan secara hukum
9) Adakan pertunjukan
10) Berikan sebagai nasehat kepada orang lain
11) Jual sebagai konsumsi masyarakat

IQ, EQ dan SQ
 IQ : Kecerdasan untuk berhubungan dan mengelola alam
 EQ : Kecerdasan untuk berhubungan dan bekerjasama dengan sesama manusia
 SQ : Kecerdasan untuk berhubungan dan mengabdi kepada TUHAN YME

12 Hal Terkait Dengan KEWIRAUSAHAAN
1) Ketekunan
2) Keyakinan
3) Kemampuan menangkap peluang
4) Relasi/networking
5) Penguasaan informasi
6) Kemampuan membuat perencanaan
7) Kemampuan memecahkan masalah
8) Kemampuan mengestimasi
9) Kemampuan memperhitungkan resiko
10) Keberanian mengambil & memanage resiko
11) Kemampuan menentukan skala prioritas
12) Keberanian menunda kenikmatan

Universitas Kehidupan
☼ Setiap orang adalah guru …
☼ Setiap tempat adalah sekolah …
☼ Setiap hal adalah media belajar …
☼ Kurikulum kita yang buat sendiri …

Kiat Sukses BERWIRAUSAHA
1. Siapkan mental
– menghadapi resiko
– kerja keras
2. Tentukan dengan pasti
– bidang usaha
– peluang usaha
* di pasar
* yang dibutuhkan konsumen
* ciptakan pasar sendiri
3. Buat rencana bisnis
– deskripsi bisnis
– target konsumen
– bentuk / macam bisnis
– sumberdaya manusia
– keuangan
4. Rajin evaluasi
5. Kembangkan terus usaha
6. Cerdik menghadapi kompetitor
7. Jaga hubungan baik
8. Jeli mencari pelanggan
9. Belajar dari kegagalan

MENGGAPAI KEBERHASILAN
 REZEKI TIDAK JATUH DARI LANGIT !
 REZEKI ANDA MELEKAT PADA NILAI-NILAI KEPRIBADIAN ANDA SENDIRI

GALILAH !
Bukan mudah meniti langkah ke angkasa
Bukan mudah mengubah mimpi jadi asa pasti
Apapun jua bisa terbukti,
Andai langkahmu tidak terhenti …!
Bukan mudah menggapai bintang yang berkilauan
Bukan mudah jalanan ini untuk diarungi
Apapun jua bisa terbukti,
Andai langkahmu tidak terhenti …!
Percayalah pada diri
Dengan harapan dan keyakinan …!

ETIKA BISNIS
Saat ini etika bisnis sangatlah penting karena perubahan-perubahan dunia yang saat ini berlangsung dengan sangat cepat memerlukan pegangan hidup yang mampu menghadapi problema-problema yang serba kompleks. Untuk meningkatkan daya saing usaha diperlukan operasi bisnis yang sehat dan etis.

Yang dimaksud dengan etika bisnis adalah etika yang menyangkut tata pergaulan di dalam aktivitas-aktivitas bisnis. (Beny Suharsono, 1990) Perusahaan dapat disebut telah memenuhi etika dalam berbisnis apabila telah melaksanakan tanggung jawab sosialnya. Etik tidaknya suatu bisnis dapat dianalisis berdasarkan hukum ekonomi, peraturan yang berlaku dan etik dari masing-masing pelaku bisnis. Etika menurut ekonomi adalah apabila sumber daya ini dikelola secara efisien tanpa merugikan masyarakat lain. Etika menurut peraturan yang berlaku apabila masing-masing pelaku bisnis mematuhi aturanaturan yang sudah disepakati sebelumnya. Sedangkan etika dari masingmasing individu adalah apabila masing-masing pelaku bisnis bertindak jujur dan tidak mengorbankan integritas pribadinya.

Masalah-masalah etika sebagai berikut :
☼ Etika bertanggung jawab organisasional, Yang termasuk dalam hal ini adalah tanggungjawab sebagi pemegang tugas, dan tidak menyalahgunakan wewenang yang dipegangnya.
☼ Etika tanggung jawab sosial. Yang termasuk dalam hal ini adalah tanggung jawab sebagai sesama karyawan; tidak melanggar prisip “Equal Pay for Equal Work “. (Misalnya meminimumkan biaya dengan cara menekan biaya tenaga kerja sehingga upah dan kesejahteraan tenaga kerja menjadi rendah dan tidak sesuai dengan kontribusi kerja yang diberikan). Tidak menerima suap atau hadiah dari luar sehubungan dengan aktivitas bisnis tidak “mengikat” orang dengan emolumen-emolumen “palsu”.
☼ Etika tanggung jawab terhadap konsumen, Melindungi kepentingan konsumen/pelanggan jujur terhadap kualitas produk, pelayanan dan kontrak yang diberikan, menjamin kualitas produk, tidak menaikkan harga produk di atas norma-norma yang wajar, selalu melakukan tes terhadap produk, melakukan perbaikan kualitas pelayanan, memelihara denagn pelanggan, tidak melakukan monopoli (misalnya melalui pengakuisisian jaringan pengecer untuk kepentingan produsen yang akhirnya dapat mematikan pedagang eceran), tidak melakukan diskriminasi terhadap pelanggan, tidak melakukan persaingan tidak jujur.

Sesuai dengan pernyataan tersebut, Suparman Sumahadijaya dalam tulisan “Kepribadian Unggul” menyaratkan bahwa setiap Wirausaha sedikitnya dapat memenuhi 7 syarat sebagai berikut:
1) Rasa tanggung jawab yang tebal, Bersedia memikul tanggung jawab atau kekurangan-kekurangan dan kesalahan-kesalahan para pengikutnya. Pemimpin yang berhasil tahu bertanggung jawab kepada atasannya, rekan-rekannya di kirikanannya dan terutama di bawahnya.
2) Rasa keadilan yang seimbang, Pemimpin yang dihormati dan berwibawa tahu menimbang keadilan yaitu tidak melebihkan kenikmatan bagi dirinya dan tidak pula melebihkan beban kewajiban pada orang lain.
3) Keberanian, Tidak ada seorang pengikut pun yang mau dipimpin oleh seorang penakut, tidak mempunyai rasa percaya diri sendiri dan tidak tegas. Seorang harus berani menanggung risiko dan segala akibat keputusan yang telah diambilnya sekalipun akibat tersebut pada akhirnya tidak menguntungkan.
4) Kemampuan, Kemampuan yang paling diutamakan ialah mampu mengendalikan diri (swakendali). Kemampuan mengendalikan diri meliputi bagaimana harus memutuskan sesuatu, mampu membuat rencana, mampu mengendalikan orang lain. Orang yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan membuktikan bahwa ia tidak mempunyai pendirian yang tegas, berarti tidak mampu memberikan pemimpin yang baik.
5) Kebiasaan lebih banyak dibanding dengan imbalannya. Tidak semua orang akan berhasil memiliki kebiasaan ini. Kebanyakan, karena imbalan dianggap terlalu sedikit, ia menciptakan berbagai cara untuk memperbesar imbalan tersebut. Seorang pemimpin yang demikian jelas tidak jujur dan pada suatu ketika akan terbentur dan kandas, ia harus berani berkorban seperti yang dituntut dari dirinya.
6) Kepribadian yang menyenangkan, Seorang pemimpin yang kumel, lecek, dan acuh tak acuh tidak akan berhasil. Kepemimpinan meminta kehormatan sekalipun pemimpin tersebut tidak menghendakinya. Pengikut-pengikutnya tidak akan menghormati bila ia tidak mewujudkan kepribadian yang menyenangkan. Dengan demikian pemimpin seharusnya menaruh simpati (adhesi) pada pengikut-pengikutnya, tahu kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.
7) Kesediaan untuk bekerja sama Seorang pemimpin harus memahami dan mempergunakan prinsip kerja sama dan harus mendorong pengikut-pengikutnya untuk berbuat yang sama. Kepemimpinan perlu kekuasaan dan kekuasaan tersebut memerlukan kerja sama.
DEFINISI KEWIRAUSAHAAN
Istilah kewirausahaan kata dasarnya berasal dari terjemahan entrepreneur yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan arti between taker atau go-between. Pada pertengahan istilah entrepeneur digunakan untuk menggambarkan seorang aktor sebagai orang yang memimpin proyek produksi.

Secara lengkap wirausaha dinyatakan oleh Joseph Schumpeter sebagai orang yang mendobrak system ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun yang telah ada. Dalam definisi tersebut ditekankan bahwa wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Sedangkan proses kewirausahaan adalah meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi. Istilah wirausaha dan wiraswasta sering digunakan secara bersamaan, walaupun memiliki substansi yang agak berbeda.
SIFAT – SIFAT YANG PERLU DIMILIKI WIRAUSAWAN
Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Menurut penelitian, ciri-ciri yang mesti dimiliki oleh seorang wirausaha adalah:
1) Percaya diri
2) Berorientasi tugas dan hasil
3) Pengambil resiko
4) Kepemimpinan
5) Keaslian
6) Berorientasi masa depan
7) Kreatifitas

Demikian banyak ciri-ciri yang mesti dimiliki, akan tetapi tidak semuanya harus dimiliki.
Menurut Fadel Muhammad, ada sekitar tujuh ciri yang merupakan identitas seorang wirausaha, yaitu :
1) Kepemimpinan
2) Inovasi
3) Cara pengambilan keputusan
4) Sikap tanggap terhadap perubahan
5) Bekerja ekonomis dan efisien
6) Visi masa depan
7) Sikap terhadap resiko

Bygrave menggambarkan wirausaha dengan konsep 10 D, yaitu :
1) Dream, mempunyai visi terhadap masa depan dan mampu mewujudkannya
2) Decisiveness, tidak bekerja lambat, membuat keputusan berdasar perhitungan yang tepat.
3) Doers, membuat keputusan dan melaksanakannya
4) Determination, melaksanakan kegiatan dengan penuh perhatian
5) Dedication, mempunyai dedikasi tinggi dalam berusaha
6) Devotion, mencintai pekerjaan yang dimiliki
7) Details, memperhatiakn faktor-faktor kritis secara rinci
8) Destiny, bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yanghendak dicapai
9) Dollars, motivasi bukan hanya uang
10) Distribute, mendistribusikan kepemilikannya terhadap orang yang dipercayai

Kelemahan wirausaha Indonesia menurut Heidjrachman Ranu Pandojo yang perlu diperbaiki adalah :
1) Sifat mentalitet yang meremehkan mutu
2) Sifat mentalitet yang suka menerabas
3) Sifat tidak percaya pada diri sendiri
4) Sifat tidak berdisiplin murni
5) Sifat mentalitet yang suka mengabaikan tanggunjawab yang kokoh
PERENCANAAN USAHA (BUSINESS PLAN)
Pengertian:
Pada awal berdirinya usaha, diperlukan suatu acuan atau rencana agar usaha tersebut dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Perencanaan usaha atau business plan adalah suatu dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang atau jasa dengan menghasilkan keuntungan yang memuaskan danmenarik bagi penyandang dana. Jadi business plan adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang menggambarkan semua unsur yang relevan baik internal mapupun eksternal mengenai suatu perusahaan untuk memulai usahanya. Business plan dibuat untuk jangka panjang ataupun jangka pendek. Perincian business plan tergantung pada perusahaan yang akan memulai operasinya. Sehingga pihak penyedia dana akan tertarik untuk ikut serta dalam usaha tersebut.

Kerangka Perencanaan Usaha (Business Plan Frame)
Perencanaan usaha pada umumnya disusun dengan memuat pokok-pokok perencanaan, yaitu :
1) Nama perusahaan
2) Lokasi :
 Lokasi perusahaan
 Lokasi pertokoan
 Lokasi perkantoran
 Lokasi pabrik
3) Komoditi yang diusahakan
4) Konsumen yang dituju
5) Pasar yang akan dimasuki
6) Partner yang akan diajak kerjasama
7) Personal yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan
8) Jumlah modal yang diharapkan dan yang tersedia
9) Peralatan perusahaan yang perlu disediakan
10) Penyebaran informasi/promosi

Bentuk Formal Perencanaan Usaha (Business Plan Form)
1) Halaman depan
2) Daftar isi
3) Rangkuman eksekutif
4) Penjelasan tentang perusahaan
5) Pemasaran
6) Barang dan jasa yang dihasilkan
7) Usaha meningkatkan penjualan
8) Permodalan
9) Apendix

Memahami 9 Aspek Penting Sebelum Memulai Usaha
Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis.
Salah satu seminar Gerald Abraham salah seorang penasehat bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah konsultan keuangan di tahun 2006, berisi tentang menjadi sukses dengan memahami 9 aspek penting sebelum memulai usaha.
1. Memahami konsep produk atau jasa secara baik
Sebelum memulai suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti. Kita perlu memahami bukan hanya secara teknis produksi tetapi juga pasar dan prospek mulai daripada lingkungan yang terkecil kepada lingkungan yang terbesar. Dalam topik ini dibahas secara menyeluruh aspek-aspek yang penting dalam melakukan analisa atas kelayakan dan prospek produk termasuk produk-produk yang sama sekali baru dengan melihat sisi human behavior, kebutuhan pasar dan lainnya.
2. Membuat visi dan misi
Setiap orang yang mau memulai bisnis harus mengetahui visi dan misi yang akan menjadi panduan seseorang untuk tetap fokus kepada tujuan bisnis dan organisasi yang awal. Seringkali suatu usaha pada saat mulai berkembang pada tahap berikutnya mengalami kegagalan karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru. Dalam topik ini setiap orang akan belajar bagaimana membuat visi dan misi dalam kaitannya dengan latar belakang pribadi dan pengetahuan usaha yang akan anda rintis.
3. Perlunya winning positive dan learning attitude untuk menjadi sukses
Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha anda selain daripada pemahaman usaha anda. there is no over night success sesuatu yang harus dicamkan daripada setiap calon “entrepreneur” karena dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kesinambunga, dan melihat permasalahan secara positif yang tidak membuat anda menjadi patah semangat namun melihat setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan. Anda akan belajar untuk mengembangkan sikap-sikap diatas untuk menjadi “bisnis entrepreneur” yang sukses.
4. Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari usaha daripada risiko bisnis dan keuangan.
Secara statistik hampir seluruh kegagalan bisnis kecil dan menengah disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan bisnis yang anda buat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya dan aspek lainnya dalam perencanaan bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau praktek yang ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan dan proyeksi pendapatan dan biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon pengusaha untuk menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal kerja termasuk struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi secara komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon entrepreneur untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen dan keuangan dan membuat langkah-langkah pengendalian untuk dapat menghindari setiap resiko tersebut.
5. Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari usaha dari pada risiko manajemen.
Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat, perekrutan pegawai yang tidak efektif sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu dan biaya, pelatihan yang tidak baik sehingga produktivitas pegawai yang rendah dan masih banyak lagi permasalahan organisasi. Dalam topik ini kami akan memberikan pengetahuan dasar dan aspek-aspek yang sangat penting yang harus dipelajari oleh calon bisnis entrepreneur untuk menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.
6. Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha Anda sudah berhasil.
Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya untuk memulai usaha seringkali apabila kita merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk menjadi sukses. Topik ini akan membantu kita untuk memahami kriteria pegawai yang baik dan sesuai dengan kebutuhan usaha, manajemen SDM secara umum termasuk sistim penilaian kinerja pegawai sehingga setiap pegawai akan merasa puas dan juga bagaimana memotivasi pegawai baik secara psikologi umum maupun dengan sistim insentif untuk mengoptimalkan kinerja pegawai.
7. Mengapa kreativitas, kepemimpinan dan proses pembuatan keputusan sangat penting?
Dalam memulai usaha umumnya setiap calon entrepreneur akan mengalami banyak permasalahan dan krisis. Banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kreativitas, kepemimpinan dan pembuatan keputusan yang tepat untuk mencari solusi yang baik. Kreativitas seperti “thinking outbox” atau kemampuan melakukan analisa permasalahan di luar pemahaman yang sudah ada dan mencari alternatif solusi yang kreatif akan sangat membantu usaha anda untuk berhasil. Kreativitas juga akan sangat membantu anda untuk menyesuaikan produk-produk anda agar dapat diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun usaha anda. Kepemimpinan sangat penting dalamkrisis untuk membuat setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usaha anda percaya bahwasanya anda tidak panik, menjadi tempat last resort solusi atas semua permasalahan dan menjadi panutan. Proses Pembuatan Keputusan akan membantu anda dalam mencari alternatif solusi dan memilih yang terbaik untuk usaha dan organisasi anda. Dalam topik ini anda akan mendapatkan cara-cara mengembangkan kreativitas usaha anda, ciri-ciri kepemimpinan yang cocok dengan latar belakang pribadi anda dan bagaimana proses yang benar dalam membuat keputusan dalam setiap permasalahan.
8. Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan
Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha anda. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya. Dalamtopik ini akan dibahas pengetahuan dasar atas cash flow atau arus kas yang seperti darah dalam tubuh manusia, biaya pendanaan, pembiayaan modal kerja dan investasi, struktur modal, aset perusahaan, penyertaan modal dan lainnya.
9. Pemasaran, pelayanan dan product brand
Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar untuk meningkat penjualan dan keuntungan usaha. Di lain pihak tanpa pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sukar suatu usaha untuk memperoleh pelanggan yang loyal yang merupakan kunci perkembangan usaha. Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih mudah karena pelayanan yang baik akan menciptakan product brand yang baik kepada calon pelanggan baru. Dalam topik ini akan dibahas secera menyeluruh semua aspek penting dalam membuat strategi pemasaran, identifikasi pelayanan yang dibutuhkan pelanggan dan bagaimana menciptakan product brand dan efeknya kepada keberhasilan usaha.
Langkah Memulai Bisnis/usaha
Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dam membuatnya sukses :
1) Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan.
2) Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja. Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.
3) Jangan kerjakan hal tersebut sendirian. Anda membutuhkan dukungan ketika memulai bisnis (dan setelahnya). Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberikan ide dan akan mendengat secara simpatik hingga hal penting tarakhir memulai bisnis tidak ternilai harganya.
4) Pertama dapatkan klien atau pelanggan. Jangan menanti sampai Anda telah secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa mereka. Kembangkan jaringan atau network, buat kontak. Jual atau berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat.
5) Tulis perencanaan bisnis. Alasan penting membuat rencana bisnis adalah langkah ini dapat membantu Anda menghindari habisnya waktu dan uang mwmulai bisnis yang tidak akan sukses.
6) Lakukan riset. Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus.
7) Dapatkan bantuan profesional. Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, hire lah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, hire lah 1 orang. Anda akan membuang lebih waktu dan munkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.
8) Dapatkan uang. Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian track records.
9) Jadilah profesional semenjak memulai. Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan.
10) Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama. Hal tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu. Apakah bisnis anda butuh teregistrasi? Akankah Anda harus memiliki asuransi untuk karyawan atau deal dengan pajak gaji? Akan bagaimana bentuk bisnis yang Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak dan hukum sebelum Anda memulai bisnis dan mengoperasikannya.

RENCANAN PEMASARAN (MARKETING PLAN)
Ruang Lingkup Marketing Plan
“Marketing plan” merupakan bagian dari business plan. Menurut Bygrave, perencanaan pemasaran ini harus melakukan penganalisaan terhadap situasi perusahaan danlingkungannya, analisa dan penilaian peluang, kekuatan, kelemahan, kendala yang dihadapi juga gambaran sasaran konsumen dan strategi pemasaran yang digunakan.

Inti utama dari pelaksanaan marketing plan ini adalah :
1) Analisa siatuasi lingkungan dan peluang pasar
2) Mengembangkan sasaran pemasaran
3) Menetapkan strategi pemasaran
4) Menciptakan taktik atau tindakan pelaksanaan

Kriteria marketing plan yang baik adalah :
1) Berdasarkan fakta dan asumsi yang benar
2) Teknik promosi yang efektif
3) Respon perubahan harga di pasar
4) Jaringan saluran distribusi
5) Keadaan persaingan yang sehat
6) S W O T perusahaan yang baik
7) Sumberdaya yang memadai

Konsep A I D A + S
Adapun konsep AIDA+S ini dapat diartikan sebagai berikut :
A = Attention (perhatian)
I = Interest (tertarik)
D = Desire (keinginan)
A = Action (tindakan)
S = Satisfaction (kepuasan)
Konsep ini berlaku bagi usaha yang kegiatannya menarik konsumen.

Konsep Pemasaran Yang Harus Dilaksanakan
Konsep produk (Product Concept) :
a) Orientasi pada produk (Product Orientations)
b) Orientasi penjualan (Selling Orientations)
c) Orientasi pasar (Market Orientations)
d) Orientasi tanggungjawab (Responsibilities Orientations)

Pendekatan Pemasaran
1) Commodity Approach (Pendekatan Komoditas)
2) Institutional Approach (Pendekatan Institusional)
3) Functional Approach (Pendekatan Fungsional)

Komoditi Yang Akan Dipasarkan
1) Barang konsumsi :
 Barang konvinien
 Barang shopping
 Barang spesial
 Barang instan
2). Barang hasil bumi
3). Barang industri
4). Jasa
Strategi Pemasaran
Merupakan pola keputusan dalam perusahaan yang menentukan sasaran, maksud atau tujuan yang menghasilkan kebijaksanaan utama dan merencanakan untuk pencapaian tujuan serta merinci jangkauan bisnis yang akan dicapai.

Strategi pemasaran adalah memilih dan menganalisa pasar sasaran yang merupakan suatu kelompok orang yang ingin dicapai oleh perusahaan dan menciptakan suatu bauran pemasaran yang cocok dan yang dapat memuaskan pasar sasaran tersebut.

Ada dua variabel yang harus diperhatikan dalam menyusun strategi pemasaran, yaitu :
1. Variabel yang dapat dikontrol :
 Segmentasi pasar
 Anggaran pasar
 Waktu
 Bauran pemasaran
2. Variabel yang tidak dapat dikontrol :
 Keadaan persaingan
 Perkembangan teknologi
 Perubahan demografi
 Kebijakan politik dan ekonomi oleh pemerintah
 Sumberdaya alam

Pengembangan Produk
Tujuan utama dari pengembangan produk adalah :
1) Memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen
2) Memenangkan persaingan
3) Meningkatkan volume penjualan
4) Memberdayakan sumber-sumber produksi
5) Mencegah kebosanan konsumen

Menyusun Marketing Plan
Format perencaan pemasaran pada setiap perusahaan tidak mesti sama, akan tetapi tergantung dari bentuk perusahaan yang akan melakukan pemasaran. Sebagai acuan, berikut contoh format marketing plan yang biasa digunakan :
1) Analisa situasi (SWOT) perusahaan
2) Tujuan pemasaran
3) Strategi inti/utama
4) Jadwal pelaksanaan
5) Anggaran pemasaran
6) Pengawasan/kontrol
PROFIL USAHA
Pengembangan Wawasan Jenis Bidang Usaha
Banyak usaha yang dapat dilakukan, yang mana biasanya tergantung pada beberapa hal berikut :
1) Minat dan keinginan
2) Modal
3) Relasi atau hubungan
4) Peluang dan kesempatan

Beberapa Jenis Bidang Usaha
1) Perdagangan besar adalah segala aktifitas pemasaran yang menggerakkan barang dari rodusen ke pedagang eceran ke lembaga pemasaran lain.
2) Perdagangan eceran yaitu suatu kegiatan menjual barang dan jasa kepada konsumen akhir.
3) Pedagang kaki lima merupakan kegiatan perdagangan yang dilakukan oleh golongan kecil, yang berjualan barang kebutuhan sehari-hari, dengan modal yang relatif kecil.
Ciri-ciri pedagang kaki lima yaitu :
 Kegiatan usaha tidak terorganisir dengan baik
 Tidak memiliki izin tempat usaha
 Kegiatan usaha tidak teratur
 Bergerombol disuatu tempat
 Menjajakan dagangan dengan gerakan fisik
4) Waralaba Adalah sebagai pelimpahan dari pabrikan atau distributor suatu produk atau jasa yang diberikan kepada agen-agen lokal atau pengecer dengan membayar sejumlah royalti.
JALAN MENUJU WIRAUSAHA SUKSES
Menurut Murphy and Peek, ada sekitar delapan hal yang menjadi suatu anak tangga agar seorang wirausaha dapat mengembangkan profesinya. Hal tersebut adalah :
1) Mau bekerja keras (capacity for hard work)
2) Bekerja sama dengan orang lain (getting things done with and through people)
3) Penampilan yang baik (good appearance)
4) Yakin (self confident)
5) Pandai membuat keputusan (making sound decision)
6) Mau menambah ilmu pengtahuan (college education)
7) Ambisi untuk maju (ambition drive)
8) Pandai berkomunikasi (ability to communicate)

Menurut Zimmerer, karakteristik wirausaha yang sukses adalah :
1) Komitmen tinggi terhadap tugas
2) Mau bertanggungjawab
3) Mempertahankan minat kewiraushaan dalam diri
4) Peluang untuk mencapai obsesi
5) Toleransi terhadap resiko dan ketidakpastian
6) Yakin pada diri sendiri
7) Kreatif dan fleksibel
8) Ingin memperoleh balikan segera
9) Enerjik tinggi
10) Motivasi untuk lebih unggul
11) Berorientasi masa depan
12) Mau belajar dari kegagalan
13) Kemampuan memimpin
ANALISIS SWOT
Adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi:
1) Kekuatan (strengths)
2) Kelemahan (weaknesses)
3) Peluang (opportunities)
4) Ancaman (threats)
Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

ETIKA BISNIS :
Pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis
Moralitas berarti aspek baik atau buruk, terpuji atau tercela, dan karenanya diperbolehkan atau tidak, dari perilaku manusia. Moralitas selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia, dan kegiatan ekonomis merupakan suatu bidang perilaku manusia yang penting.
Apa yang diharapkan dan mengapa kita mempelajari Etika Bisnis?
Menurut K. Bertens, ada 3 tujuan yang ingin dicapai, yaitu :
1) Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya demensi etis dalam bisnis. Menanamkan, jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada, meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada, tapi masih lemah dan ragu. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius.
2) Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis, serta membantu pebisnis/calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. Dalam etika sebagai ilmu, bukan Baja penting adanya norma-norma moral, tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis.
3) Membantu pebisnis/calon pebisnis, untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan, apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya, sekurang-kurangnya meliputi dua sisi berikut, yaitu disatu pihak, harus dikatakan : etika mengikat tetapi tidak memaksa. Disisi lain, studi dan pengajaran tentang etika bisnis boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. Bila studi etika telah membuka mata, konsekuensi logisnya adalah pebisnis bertingkah laku menurut yang diakui sebagai hal yang benar.

Tiga aspek pokok dari bisnis yaitu dari sudut pandang ekonomi, hukum dan etika.
1) Sudut pandang ekonomis, Bisnis adalah kegiatan ekonomis. Yang terjadi disini adalah adanya interaksi antara produsen/perusahaan dengan pekerja, produsen dengan konsumen, produsen dengan produsen dalam sebuah organisasi. Kegiatan antar manusia ini adalah bertujuan untuk mencari untung oleh karena itu menjadi kegiatan ekonomis. Pencarian keuntungan dalam bisnis tidak bersifat sepihak, tetapi dilakukan melalui interaksi yang melibatkan berbagai pihak. Dari sudut pandang ekonomis, good business adalah bisnis yang bukan saja menguntungkan, tetapi juga bisnis yang berkualitas etis.
2) Sudut pandang moral, Dalam bisnis, berorientasi pada profit, adalah sangat wajar, akan tetapi jangan keuntungan yang diperoleh tersebut justru merugikan pihak lain. Tidak semua yang bisa kita lakukan boleh dilakukan juga. Kita harus menghormati kepentingan dan hak orang lain. Pantas diperhatikan, bahwa dengan itu kita sendiri tidak dirugikan, karena menghormati kepentingan dan hak orang lain itu juga perlu dilakukan demi kepentingan bisnis kita sendiri.
3) Sudut pandang Hukum, Bisa dipastikan bahwa kegiatan bisnis juga terikat dengan “Hukum” Hukum Dagang atau Hukum Bisnis, yang merupakan cabang penting dari ilmu hukum modern. Dan dalam praktek hukum banyak masalah timbul dalam hubungan bisnis, pada taraf nasional maupun international. Seperti etika, hukum juga merupakan sudut pandang normatif, karena menetapkan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Dari segi norma, hukum lebih jelas dan pasti daripada etika, karena peraturan hukum dituliskan hitam atas putih dan ada sanksi tertentu bila terjadi pelanggaran. Bahkan pada zaman kekaisaran Roma, ada pepatah terkenal : “Quid leges sine moribus” yang artinya : “apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas”.
Lalu apa tolok ukur bahwa bisnis itu baik menurut tiga sudut pandang tadi?
Untuk sudut pandang ekonomis, jawaban pertanyaan ini lebih mudah, yaitu bila bisnis memberikan profit, dan hal ini akan jelas terbaca pada laporan rugi/laba perusahaan di akhir tahun. Dari sudut pandang hukum pun jelas, bahwa bisnis yang baik adalah yang diperbolehkan oleh sistem hukum yang berlaku. (penyelundupan adalah bisnis yang tidak baik). Yang lebih sulit jawabnya adalah bila bisnis dilihat dari sudut pandang moral. Apa yang menjadi tolok ukur untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan bisnis.

Dari sudut pandang moral, setidaknya ada 3 tolok ukur yaitu : nurani, Kaidah Emas, penilaian umum.
1) Hati Nurani : Suatu perbuatan adalah baik, bila dilakukan susuai dengan hati nuraninya, dan perbuatan lain buruk bila dilakukan berlawanan dengan hati nuraninya. Kalau kita mengambil keputusan moral berdasarkan hati nurani, keputusan yang diambil “dihadapan Tuhan” dan kita sadar dengan tindakan tersebut memenuhi kehendak Tuhan.
2) Kaidah Emas : Cara lebih obyektif untuk menilai baik buruknya perilaku moral adalah mengukurnya dengan Kaidah Emas (positif), yang berbunyi : “Hendaklah memperlakukan orang lain sebagaimana Anda sendiri ingin diperlakukan” Kenapa begitu? Tentunya kita menginginkan diperlakukan dengan baik. Kalau begitu yang saya akan berperilaku dengan baik (dari sudut pandang moral). Rumusan Kaidah Emas secara negatif : “Jangan perlakukan orang lain, apa yang Anda sendiri tidak ingin akan dilakukan terhadap diri Anda” Saya kurang konsisten dalam tingkah laku saya, bila saya melakukan sesuatu terhadap orang lain, yang saya tidak mau akan dilakukan terhadap diri saya. Kalau begitu, saya berperilaku dengan cara tidak baik (dari sudut pandang moral).
3) Penilaian Umum : Cara ketiga dan barangkali paling ampuh untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku adalah menyerahkan kepada masyarakat umum untuk menilai. Cara ini bisa disebut juga audit sosial. Sebagaimana melalui audit dalam arti biasa sehat tidaknya keadaan finansial suatu perusahaan dipastikan, demikian juga kualitas etis suatu perbuatan ditentukan oleh penilaian masyarakat umum.
Apa itu etika bisnis?
Kata “etika” dan “etis” tidak selalu dipakai dalam arti yang sama dan karena itu pula “etika bisnis” bisa berbeda artinya.
Etika sebagai praktis berarti : nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekkan, walaupun seharusnya dipraktekkan. Sedangkan etis, merupakan sifat dari tindakan yang sesuai dengan etika.
Menurut Richard De George, bila perusahaan ingin sukses/berhasil memerlukan 3 hal pokok yaitu :
1) Produk yang baik
2) Managemen yang baik
3) Memiliki Etika

Selama perusahaan memiliki produk yang berkualitas dan berguna untuk masyarakat disamping itu dikelola dengan manajemen yang tepat dibidang produksi, finansial, sumber daya manusia dan lain-lain tetapi tidak mempunyai etika, maka kekurangan ini cepat atau lambat akan menjadi batu sandungan bagi perusahaan tsb. Bisnis merupakan suatu unsur mutlak perlu dalam masyarakat modern. Tetapi kalau merupakan fenomena sosial yang begitu hakiki, bisnis tidak dapat dilepaskan dari aturan-aturan main yang selalu harus diterima dalam pergaulan sosial, termasuk juga aturan-aturan moral.
Mengapa bisnis harus berlaku etis ?
Tekanan kalimat ini ada pada kata “harus”. Dengan kata lain, mengapa bisnis tidak bebas untuk berlaku etis atau tidak? Tentu saja secara faktual, telah berulang kali terjadi hal-hal yang tidak etis dalam kegiatan bisnis, dan hal ini tidak perlu disangkal, tetapi juga tidak perlu menjadi fokus perhatian kita. Pertanyaannya bukan tentang kenyataan faktual, melainkan tentang normativitas: seharusnya bagaimana dan apa yang menjadi dasar untuk keharusan itu.
Mengapa bisnis harus berlaku etis, sebetulnya sama dengan bertanya mengapa manusia pada umumnya harus berlaku etis. Bisnis disini hanya merupakan suatu bidang khusus dari kondisi manusia yang umum.
Jawabannya ada tiga yaitu :
Tuhan melalui agama/kepercayaan yang dianut, diharapkan setiap pebisnis akan dibimbing oleh iman kepercayaannya, dan menjadi tugas agama mengajak para pemeluknya untuk tetap berpegang pada motivasi moral.
Kontrak Sosial, umat manusia seolah-olah pernah mengadakan kontrak yang mewajibkan setiap anggotanya untuk berpegang pada norma-norma moral, dan kontrak ini mengikat kita sebagai manusia, sehingga tidak ada seorangpun yang bisa melepaskan diri daripadanya.
Keutamaan, Menurut Plato dan Aristoteles, manusia harus melakukan yang baik, justru karena hal itu baik. Yang baik mempunyai nilai intrinsik, artinya, yang baik adalah baik karena dirinya sendiri. Keutamaan sebagai disposisi tetap untuk melakukan yang baik, adalah penyempurnaan tertinggi dari kodrat manusia. Manusia yang berlaku etis adalah baik begitu saja, baik secara menyeluruh, bukan menurut aspek tertentu saja.

~o0o~

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Appositive Phrase


An appositive is a word or group of words that identifies or renames another word in a sentence. As we’ve seen (in the article What Is an Appositive?), appositive constructions offer concise ways of describing or defining a person, place, or thing. In this article you will learn how to construct sentences with appositives.

A. From Adjective Clauses to Appositives

Like an adjective clause, an appositive provides more information about a noun. In fact, we may think of an appositive as a simplified adjective clause. Consider, for example, how the following two sentences can be combined:

  • Jimbo Gold is a professional magician.
  • Jimbo Gold performed at my sister’s birthday party.

One way to combine these sentences is to turn the first sentence into an adjective clause:

Jimbo Gold, who is a professional magician, performed at my sister’s birthday party.

We also have the option of reducing the adjective clause in this sentence to an appositive. All that we need to do is omit the pronoun who and the verb is:

Jimbo Gold, a professional magician, performed at my sister’s birthday party.

The appositive a professional magician serves to identify the subject, Jimbo Gold. Reducing an adjective clause to an appositive is one way to cut the clutter in our writing.

However, not all adjective clauses can be shortened to appositives in this fashion–only those that contain a form of the verb to be (is, are, was, were).

B. Arranging Appositives

An appositive most often appears directly after the noun it identifies or renames:

Arizona Bill, “The Great Benefactor of Mankind,” toured Oklahoma with herbal cures and a powerful liniment.

Note that this appositive, like most, could be omitted without changing the basic meaning of the sentence. In other words, it’s nonrestrictive and needs to be set off with a pair of commas.

Occasionally, an appositive may appear in front of a word that it identifies:

A dark wedge, the eagle hurtled earthward at nearly 200 miles per hour.

An appositive at the beginning of a sentence is usually followed by a comma.

In each of the examples seen so far, the appositive has referred to the subject of the sentence. However, an appositive may appear before or after any noun in a sentence. In the following example, the appositive refers to roles, the object of a preposition:

People are summed up largely by the roles they fill in society–wife or husband, soldier or salesperson, student or scientist–and by the qualities that others ascribe to them.

This sentence demonstrates a different way of punctuating appositives–with dashes. When the appositive itself contains commas, setting off the construction with dashes helps to prevent confusion. Using dashes instead of commas also serves to emphasize the appositive.

Placing an appositive at the very end of a sentence is another way to give it special emphasis. Compare these two sentences:

At the far end of the pasture, the most magnificent animal I had ever seen–a white-tailed deer–was cautiously edging toward a salt-lick block.

At the far end of the pasture, the most magnificent animal I had ever seen was cautiously edging toward a salt-lick block–a white-tailed deer.

Whereas the appositive merely interrupts the first sentence, it marks the climax of sentence two.

 

 

C. Punctuating Nonrestrictive and Restrictive Appositives

As we’ve seen, most appositives are nonrestrictive–that is, the information that they add to a sentence is not essential for the sentence to make sense. Nonrestrictive appositives are set off by commas or dashes.

A restrictive appositive (like a restrictive adjective clause) is one that cannot be omitted from a sentence without affecting the basic meaning of the sentence. A restrictive appositive should not be set off by commas:

John-Boy’s sister Mary Ellen became a nurse after their brother Ben took a job at a lumber mill.

Because John-Boy has multiple sisters and brothers, the two restrictive appositives make clear which sister and which brother the writer is talking about. In other words, the two appositives are restrictive, and so they are not set off by commas.

D. Four Variations

1. Appositives that Repeat a Noun
Although an appositive usually renames a noun in a sentence, it may instead repeat a noun for the sake of clarity and emphasis:

In America, as in anywhere else in the world, we must find a focus in our lives at an early age, a focus that is beyond the mechanics of earning a living or coping with a household.
(Santha Rama Rau, “An invitation to Serenity”)

Notice that the appositive in this sentence is modified by an adjective clause. Adjectives, prepositional phrases, and adjective clauses (in other words, all of the structures that can modify a noun) are often used to add details to an appositive.

2. Negative Appositives
Most appositives identify what someone or something is, but there are also negative appositives that identify what someone or something is not: Line managers and production employees, rather than staff specialists, are primarily responsible for quality assurance.

Negative appositives begin with a word such as not, never, or rather than.

3. Multiple Appositives
Two, three, or even more appositives may appear alongside the same noun:

Saint Petersburg, a city of almost five-million people, Russia’s second-largest and northernmost metropolis, was designed three centuries ago by Peter the Great.

As long as we don’t overwhelm the reader with too much information at one time, a double or triple appositive can be an effective way of adding supplementary details to a sentence.

4. List Appositives with Pronouns
A final variation is the list appositive that precedes a pronoun such as all or these or everyone:

Streets of yellow row houses, the ochre plaster walls of old churches, the crumbling sea-green mansions now occupied by government offices–all seem in sharper focus, with their defects hidden by the snow.
(Leona P. Schecter, “Moscow”)

The word all is not essential to the meaning of the sentence: the opening list could serve by itself as the subject. However, the pronoun helps to clarify the subject by drawing the items together before the sentence goes on to make a point about them.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

ACTIVE&PASSIVE VOICES


ACTIVE&PASSIVE VOICES

There are two special forms for verbs called voice:

            1.Active voice

            2.Passive voice

1.ACTIVE VOICE

is the “normal” voice. This is the voice that we use most of the time. You are probably already familiar with the active voice. In active sentence,the thing doing the action is the subject of the sentence and the thing receiving the action is the object.Most sentences are active.

Thing doing action(Subject) + verb + Thing receiving action(Object)

Examples:

            She                 calls              Laura.

         Subject             Verb               Object

    (Doing action)                     (Receiving action)

   The Professor      teaches         the students.

        Subject               Verb                  Object

  (Doing action)                          (Receiving action)

In the active voice, the object receives the action of the verb:

active

subject

verb

object

 

Cats

eat

Fish.

 

 

 

2.PASSIVE VOICE

            is less usual In passive sentences,the thing receiving the action is the subject of the sentence and the thing doing the action is optionally included near the end of the sentence.You can use the passive form if you think that the thing receiving the action is more important or should be emphasized.You can also use the passive form if you don’t know who is doing the action or if you don’t want to mention who is doing the action.

 

Thing receiving action(Subject)+tobe+past participle of verb + by +thing doing action(Object)

                                                           Tobe+being+past participle

            Examples:

                        She                 is                     called                        by                   Laura.

                     Subject             be                passive verb                           Object

            (Receiving action)                                                                   (Doing action)

                The students      are                  taught                      by                   the professor.

                    Subject                be              passive verb                                  Object

            (Receiving action)                                                                         (Doing action)

In the passive voice, the subject receives the action of the verb:

passive

subject

verb

object

 

Fish

are eaten

By cats.

The object of the active verb becomes the subject of the passive verb:

 

subject

verb

object

active

Everybody

drinks

Water.

passive

Water

is drunk

By everybody.

 

CONSTRUCTION OF PASSIVE VOICE

The structure of the passive voice is very simple:

Subject + auxiliary verb (be) + main verb (past participle)

The main verb is always in its past participle form.

Look at these examples:

subject

auxiliary verb (to be)

 

main verb (past participle)

 

Water

is

 

drunk

by everyone.

100 people

are

 

employed

by this company.

I

am

 

paid

in euro.

We

are

not

paid

in dollars.

Are

they

 

paid

in yen?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

USE OF PASSIVE VOICE

We use the passive when:

  • we want to make the active object more important
  • we do not know the active subject

 

subject

verb

object

give importance to active object (President Kennedy)

President Kennedy

was killed

By Lee Harvey Oswald.

active subject unknown

My wallet

Has been stolen.

?

Note that we always use by to introduce the passive object (Fish are eaten by cats).

Look at this sentence:

  • He was killed with a gun.

Normally we use by to introduce the passive object. But the gun is not the active subject. The gun did not kill him. He was killed by somebody with a gun. In the active voice, it would be: Somebody killed him with a gun. The gun is the instrument. Somebody is the “agent” or “doer”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CONJUGATION FOR PASSIVE VOICE

We can form the passive in any tense. In fact, conjugation of verbs in the passive tense is rather easy, as the main verb is always in past participle form and the auxiliary verb is always be. To form the required tense, we conjugate the auxiliary verb. So, for example:

  • present simple: It is made
  • present continuous: It is being made
  • present perfect: It has been made

Here are some examples with most of the possible tenses:

infinitive

to be washed

simple

present

It is washed.

past

It was washed.

future

It will be washed.

conditional

It would be washed.

continuous

present

It is being washed.

past

It was being washed.

future

It will be being washed.

conditional

It would be being washed.

perfect simple

present

It has been washed.

past

It had been washed.

future

It will have been washed.

conditional

It would have been washed.

perfect continuous

present

It has been being washed.

past

It had been being washed.

future

It will have been being washed.

conditional

It would have been being washed

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ACTIVE/PASSIVE OVERVIEW

TENSES

ACTIVE

PASSIVE

Simple Present

He hits me.

Iam hit by him.

Present Progressive

Sarah is writing the letter.

The letter is being written by sarah.

Present Perfect

Many tourist have visited that castle.

That castle has been visited by many tourist.

Present Perfect Progressive

Recently,John has been doing the work.

Recently,the work has been being done by John.

Simple Past

She called me.

I was called by her.

Past Progressive

They were painting the house.

The house was being painting by them.

Past Perfect

I had folded many sheets of paper.

Many sheets of paper had been folded by me.

Past Perfect Progressive

Chef Jones had been preparing the restaurant’s fantastic dinners for two years before he moved to Paris.

The rastaurant’sfantastic dinners had been being prepared by Chef Jones for two years before he moved to Paris.

Simple Future

They will give us money.

We will be given money by them.

Future Progressive

At 8:00 pm tonight,John will be washing the dishes.

At 8:00 pm tonight,the dishes will being washed by John.

Future Perfect

They will have completed the project before the deadline.

The project will have been completed by them before the deadline.

Future Perfect Progressive

The famous artist will have been painting the mural for over six months by the time it is finished.

The mural will have been being painted by the famous artist for over six months by the time it is finished.

 

NOTES:

*Subject in Active Voice can change as Object in Passive Voice.

*Object in Active Voice can change as Subject in Passive Voice.

*Predicate in Passive Voice consist of : 1.Tobe+past participle.

2.Tobe+being +past participle.

 (For Passive voice in Progressive form).

*Predicate in Passive Voice must Transitive Verb.

*Active voice which is the predicate intransitive verb cannot change into  Passive voice.

Dipublikasi di Tak Berkategori | 1 Komentar

Simple,Compound,Complex Sentence


SIMPLE SENTENCE

A simple sentence, also called an independent clause, contains a subject and a verb, and it expresses a complete thought. In the following simple sentences, subjects are in yellow, and verbs are in green.  

A. Some students like to study in the mornings.
B. Juan and Arturo play football every afternoon.
C. Alicia goes to the library and studies every day.

The three examples above are all simple sentences.  Note that sentence B contains a compound subject, and sentence C contains a compound verb.  Simple sentences, therefore, contain a subject and verb and express a complete thought, but they can also contain a compound subjects or verbs. 

COMPOUND SENTENCE

 A compound sentence contains two independent clauses joined by a coordinator. The coordinators are as follows: for, and, nor, but, or, yet, so. (Helpful hint: The first letter of each of the coordinators spells FANBOYS.) Except for very short sentences, coordinators are always preceded by a comma. In the following compound sentences, subjects are in yellow, verbs are in green, and the coordinators and the commas that precede them are in red. 

A.  I tried to speak Spanish, and my friend tried to speak English. 
B.  Alejandro played football, so Maria went shopping. 
C.  Alejandro played football, for Maria went shopping.

The above three sentences are compound sentences.  Each sentence contains two independent clauses, and they are joined by a coordinator with a comma preceding it.  Note how the conscious use of coordinators can change the relationship between the clauses.  Sentences B and C, for example, are identical except for the coordinators.  In sentence B, which action occurred first?  Obviously, “Alejandro played football” first, and as a consequence, “Maria went shopping.  In sentence C, “Maria went shopping” first.  In sentence C, “Alejandro played football” because, possibly, he didn’t have anything else to do, for or because “Maria went shopping.”  How can the use of other coordinators change the relationship between the two clauses?  What implications would the use of “yet” or “but” have on the meaning of the sentence?

COMPLEX SENTENCE

A complex sentence has an independent clause joined by one or more dependent clauses. A complex sentence always has a subordinator such as because, since, after, although, or when or a relative pronoun such as that, who, or which. In the following complex sentences, subjects are in yellow, verbs are in green, and the subordinators and their commas (when required) are in red.

 
A. When he handed in his homework, he forgot to give the teacher the last page. 
B. The teacher returned the homework after she noticed the error. 
C. The students are studying because they have a test tomorrow.
D. After they finished studying, Juan and Maria went to the movies. 
E. Juan and Maria went to the movies after they finished studying.

When a complex sentence begins with a subordinator such as sentences A and D, a comma is required at the end of the dependent clause. When the independent clause begins the sentence with subordinators in the middle as in sentences B, C, and E, no comma is required. If a comma is placed before the subordinators in sentences B, C, and E, it is wrong.

Note that sentences D and E are the same except sentence D begins with the dependent clause which is followed by a comma, and sentence E begins with the independent clause which contains no comma.  The comma after the dependent clause in sentence D is required, and experienced listeners of English will often hear a slight pause there.  In sentence E, however, there will be no pause when the independent clause begins the sentence. 

COMPLEX SENTENCES / ADJECTIVE CLAUSES

Finally, sentences containing adjective clauses (or dependent clauses) are also complex because they contain an independent clause and a dependent clause.  The subjects, verbs, and subordinators are marked the same as in the previous sentences, and in these sentences, the independent clauses are also underlined. 

 
A. The woman who(m) my mom talked to sells cosmetics.
B. The book that Jonathan read is on the shelf.
C. The house which AbrahAM  Lincoln was born in is still standing.
D. The town where I grew up is in the United States.

Adjective Clauses are studied in this site separately, but for now it is important to know that sentences containing adjective clauses are complex.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar